Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Manajemen Lapangan, Bekal Vital Kader Hizbul Wathan di Diklat Dewan Sugli Daerah Lamongan

MuhammadiyahLamongan.com – Ghozi menyampaikan materi tentang Manajemen Lapangan dalam kegiatan Hizbul Wathan pada Diklat Dewan Sughli Daerah Tahun 2026 yang diselenggarakan Kwartir Daerah (Kwarda) Hizbul Wathan (HW) Lamongan di SMK Muhammadiyah 5 Babat, Sabtu (17/1/2026). Kegiatan diklat tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Ahad (16–18 Januari 2026).

Ghozi menjelaskan, manajemen lapangan merupakan proses terstruktur yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan seluruh aktivitas di lokasi kegiatan. Tujuannya untuk memastikan setiap tahapan berjalan tertib, aman, efektif, serta selaras dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Dalam konteks kegiatan HW, manajemen lapangan memiliki peran strategis. Sebab, sebagian besar aktivitas dilakukan di alam terbuka, melibatkan banyak peserta, serta menuntut kedisiplinan dan kerja sama yang tinggi. Karena itu, penerapan manajemen lapangan yang solid menjadi fondasi utama bagi keberhasilan dan keselamatan kegiatan.

Wakil Ketua Kwarda HW Lamongan itu menambahkan, tujuan manajemen lapangan dalam HW antara lain menjamin keselamatan, menjaga ketertiban, mengoptimalkan sumber daya, membangun karakter, serta memastikan tercapainya tujuan kegiatan.

Ia juga memaparkan sejumlah prinsip manajemen lapangan, meliputi perencanaan yang matang, koordinasi yang efektif, disiplin dan tanggung jawab, aspek keamanan dan keselamatan, serta evaluasi berkelanjutan. Adapun unsur-unsurnya terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi.

Menurut Ghozi, manajemen lapangan merupakan kompetensi vital bagi kader Hizbul Wathan. Keterampilan ini tidak hanya menjamin kelancaran dan keamanan kegiatan, tetapi juga melatih peserta untuk berpikir sistematis, bertindak disiplin, dan memikul tanggung jawab secara sadar.

“Melalui penerapan manajemen lapangan yang efektif, setiap kegiatan HW dapat berlangsung dengan aman, tertib, serta memberikan manfaat pendidikan yang maksimal bagi peserta. Ini menjadi bekal penting dalam membentuk kader yang tangguh dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Di akhir sesi, Ghozi berpesan kepada seluruh peserta, “Selalu siap sedia untuk dibina dan membina,” pungkasnya. (*)

Penulis Fathan Faris Saputro

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Ketua MUI Kecamatan Brondong Sampaikan Pentingnya Salat pada Pengajian Isra Mikraj MI MULA

Next Post

Diklat Dewan Sugli Daerah Lamongan Tahun 2026 Ditutup, Cetak Kader Berjiwa Kepemimpinan dan Militansi

Read next
0
Share