MuhammadiyahLamongan.com – Suasana halaman PAUD ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 1 Turi, Kecamatan Turi, tampak ramai dan meriah pada Jumat (13/3/2026). Sekolah tersebut menggelar kegiatan bazar yang melibatkan para wali murid secara aktif sebagai bagian dari pembelajaran kewirausahaan bagi anak sejak usia dini.
Kegiatan bazar berlangsung dengan penuh antusias. Para wali murid menunjukkan kreativitas dan inovasi dengan menghadirkan berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mereka miliki.
Menariknya, seluruh proses mulai dari pemodalan awal hingga pengelolaan hasil penjualan dilakukan secara mandiri oleh para wali murid.
Para orang tua yang tergabung dalam paguyuban wali murid PAUD, TK A, dan TK B memiliki peran penting dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Paguyuban ini selama ini menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung berbagai program yang diselenggarakan oleh sekolah.
Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah berperan sebagai fasilitator dengan menyediakan sarana dan prasarana, seperti tenda, meja, dan kursi, agar kegiatan bazar dapat berjalan dengan nyaman dan tertata.
Menariknya, strategi pemasaran yang dilakukan para wali murid terbilang cukup modern. Mereka mempromosikan produk melalui berbagai media sosial, seperti WhatsApp Story, Instagram, dan Facebook. Cara ini terbukti efektif menjangkau konsumen lebih luas. Bahkan, banyak masyarakat dari luar yang tertarik dan melakukan pemesanan sebelum datang ke lokasi bazar.
Tidak hanya menjadi ajang jual beli, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi anak-anak. Para siswa diajak terlibat dalam proses transaksi sederhana, seperti mengenal harga barang, memasukkan pesanan ke dalam kantong, hingga belajar menghitung uang pembayaran dan kembalian dari pembeli.
Melalui pengalaman tersebut, anak-anak mulai mengenal praktik berniaga sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini.
Kepala PAUD ABA 1 Turi, Siti Musayadah, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan bazar ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi anak-anak.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar secara langsung tentang proses jual beli, mengenal nilai uang, serta menumbuhkan keberanian berinteraksi dengan orang lain. Ini menjadi bagian dari pembelajaran kehidupan sejak dini,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif para wali murid yang telah berkontribusi besar dalam menyukseskan kegiatan bazar tersebut.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara sekolah dan wali murid semakin kuat dalam mendukung pendidikan anak yang kreatif, mandiri, dan berjiwa wirausaha. (*)
Penulis Novita Dwi Nur Hidayah. Editor Fathan Faris Saputro.