Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Mendidik Tak Sekadar Mengajar, Pesan Menguat dari Raker MI Mumtas Brilliant

MuhammadiyahLamongan.com – Suasana Pantai Cemara, Tuban, menjadi saksi semangat baru keluarga besar MI Mumtas Brilliant dalam merancang arah pendidikan yang lebih bermutu. Seluruh guru dan tenaga kependidikan mengikuti rapat kerja pada Kamis (9/7/2026) sebagai momentum memperkuat sinergi, mengevaluasi program, sekaligus menyusun langkah strategis menghadapi tahun ajaran baru.

Rapat kerja tersebut dibuka oleh Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sedayulawas, Maghfur, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas komitmen seluruh civitas madrasah dalam membangun pendidikan yang unggul. Menurutnya, kemajuan lembaga pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan sarana, tetapi juga oleh kesungguhan para pendidik dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah pembuka yang disampaikan Kepala MI Muhammadiyah 02 Sedayulawas, Abdul Mujib Ridwan, S.Pd. Dalam paparannya, ia mengingatkan bahwa tugas seorang guru tidak berhenti pada aktivitas mengajar, melainkan juga membimbing dan mendidik peserta didik secara utuh.

Ia menjelaskan perbedaan antara taklim, dakwah, dan tarbiyah. Taklim dimaknai sebagai proses mengajarkan ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Dakwah merupakan upaya mengajak serta membiasakan anak melakukan kebaikan, termasuk membangun budaya salat berjamaah. Adapun tarbiyah adalah proses mendidik yang menuntut keteladanan, pendampingan, dan perhatian penuh terhadap perkembangan peserta didik.

Menurut Abdul Mujib, guru tidak cukup hanya menyampaikan materi pelajaran. Seorang pendidik juga dituntut hadir sebagai teladan yang membentuk karakter anak melalui sikap, perilaku, dan kepedulian dalam setiap proses pembelajaran. Karena itu, ia mengingatkan agar guru tidak membiarkan peserta didik belajar tanpa arahan dan pendampingan yang memadai.

Memasuki tahun ajaran baru, ia mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta didik maupun orang tua. Baginya, mutu pendidikan lahir dari pelayanan yang tulus, profesional, dan berlandaskan hati nurani.

“Perbaiki kualitas pendidikan dan pelayanan. Itulah semangat SPMB. Mendidiklah dengan hati nurani agar anak tumbuh menjadi pribadi yang patuh dan berakhlak baik,” pesannya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tidak semata-mata diukur melalui capaian akademik maupun prestasi nonakademik. Lebih dari itu, keberhasilan sejati adalah ketika madrasah mampu melahirkan generasi yang memiliki akhlakul karimah serta karakter Islami yang kuat.

Memasuki agenda inti rapat kerja, Kepala MI Muhammadiyah 02 Sedayulawas, Kholid Mawardi, S.Pd., memimpin pembahasan berbagai program strategis. Sejumlah agenda yang dibahas meliputi evaluasi program tahun sebelumnya, penyusunan program kerja tahun ajaran 2026/2027, peningkatan mutu pembelajaran, penguatan sarana dan prasarana, hingga strategi meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta didik dan wali murid.

Dalam arahannya, Kholid menekankan bahwa guru memiliki posisi sentral dalam menentukan kualitas pendidikan. Karena itu, setiap pendidik harus terus mengembangkan kompetensi sekaligus menjaga integritas sebagai teladan di lingkungan sekolah.

Ia kemudian memaparkan empat karakter guru yang layak menjadi inspirasi bagi seluruh pendidik. Pertama, guru sebagai pendidik yang menanamkan nilai, yaitu sosok yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter peserta didik. Kedua, guru sebagai pembimbing yang mengarahkan masa depan, yakni membantu siswa mengenali potensi terbaik yang dimiliki.

Ketiga, guru sebagai teladan, yang menghadirkan contoh nyata melalui perilaku sehari-hari. Keempat, guru sebagai inspirator, yaitu pribadi yang mampu membangkitkan semangat belajar, menumbuhkan optimisme, dan mendorong peserta didik untuk terus berkembang.

“Ada empat sosok guru yang patut diteladani, yaitu pendidik yang menanamkan nilai, pembimbing yang mengarahkan masa depan, teladan yang menjadi contoh hidup, dan inspirator yang membangkitkan semangat belajar,” ujar Kholid.

Melalui rapat kerja tersebut, MI Mumtas Brilliant berharap lahir komitmen bersama untuk terus meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Dengan pelayanan yang semakin profesional, pembelajaran yang berkualitas, serta penguatan pendidikan karakter, madrasah optimistis mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus menghadirkan lebih banyak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berkemajuan. (*)

Penulis : Adela Yuana Ramadhani | Editor : Fathan Faris Saputro

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Ustadz Rifky Jafar Thalib: Guru Muhammadiyah Harus Menjadi Murabbi yang Mendidik Hati Generasi Z dan Alpha

Read next
0
Share