MuhammadiyahLamongan.com – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sugihan, Cabang Solokuro, sukses menyelenggarakan kegiatan Follow Up Baitul Arqom bekerja sama dengan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan. Acara berlangsung di Perguruan Muhammadiyah Sugihan. Sabtu (4/7/2026),
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Baitul Arqom tahap pertama yang sebelumnya dilaksanakan di Sendang Wangi, Kabupaten Tuban. Program tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun kader Muhammadiyah yang memiliki pemahaman ideologi yang kuat, karakter kepemimpinan, serta komitmen tinggi terhadap gerakan dakwah Persyarikatan.
Ketua panitia sekaligus Wakil Ketua Bidang Kaderisasi PRM Sugihan, Mujahidin, S.Pd.I, menjelaskan bahwa seluruh peserta yang telah mengikuti Baitul Arqom tahap pertama kembali hadir dalam kegiatan follow up dengan penuh antusias. Peserta berasal dari unsur pimpinan ranting serta organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah di lingkungan Ranting Sugihan.
“Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari proses kaderisasi yang telah dimulai sebelumnya. Alhamdulillah seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan semangat dan antusias. Harapan kami, proses kaderisasi ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berlanjut melalui pembinaan yang berkesinambungan sehingga mampu melahirkan kader-kader Muhammadiyah yang tangguh dan berkemajuan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PRM Sugihan, H. Pamujiwari, M.Ag, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kaderisasi merupakan investasi penting bagi keberlangsungan gerakan Muhammadiyah di masa depan.
“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan Follow Up Baitul Arqom ini. Semoga kegiatan ini mampu melahirkan kader-kader Muhammadiyah Ranting Sugihan yang militan, berintegritas, memiliki loyalitas terhadap Persyarikatan, serta siap menjadi penerus perjuangan Muhammadiyah yang unggul, handal, dan mampu memberikan manfaat bagi umat dan bangsa,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua MPKSDI PDM Lamongan, Imam Ghozali, hadir sebagai narasumber utama dengan menyampaikan materi bertajuk “Ideologi sebagai Sistem Nilai Gerakan: Dari Internalisasi Menuju Transformasi Organisasi.”
Dalam paparannya, Imam Ghozali menekankan bahwa ideologi Muhammadiyah tidak cukup dipahami sebatas konsep, tetapi harus diinternalisasikan menjadi nilai hidup yang tercermin dalam sikap, perilaku, dan gerakan nyata kader. Menurutnya, kader Muhammadiyah dituntut menjadi agen transformasi yang mampu menggerakkan organisasi secara dinamis, adaptif, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan.
Melalui kegiatan Follow Up Baitul Arqom ini, PRM Sugihan menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sistem kaderisasi di tingkat ranting. Sinergi antara ranting dengan MPKSDI PDM Lamongan diharapkan menjadi model pembinaan kader yang berkelanjutan, sehingga mampu melahirkan generasi penerus Muhammadiyah yang ideologis, profesional, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Penulis Dewi Umi Nur Faizah Editor Lim
