MuhammadiyahLamongan.com– SD Muhammadiyah 1 Karanggeneng (SD Musaka) kembali menggelar kegiatan edukatif melalui program Outing Class yang kali ini dilaksanakan di Watungkal Edupark Sendangagung, Paciran, pada Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Eksplorasi Seni Batik sebagai Warisan Budaya Nusantara.”
Outing class diikuti oleh seluruh murid SD Musaka dengan penuh antusias. Menggunakan akomodasi Tayo, para murid tampak ceria dan bersemangat sejak keberangkatan hingga tiba di lokasi kegiatan.
Sesampainya di Watungkal Edupark, rombongan disambut hangat oleh Kokoh Adhi Sutrisno selaku perwakilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bersama seluruh tim pengelola.
Dalam sambutannya, Kokoh Adhi Sutrisno menyampaikan,
“Kami sangat senang dan bangga dapat menjadi bagian dari proses belajar adik-adik SD Musaka. Kegiatan membatik ini tidak hanya mengenalkan keterampilan, tetapi juga menanamkan rasa cinta terhadap budaya lokal sejak dini” tuturnya.
Kepala SD Musaka dalam sambutannya juga menegaskan pentingnya pembelajaran di luar kelas.
“Melalui kegiatan outing class ini, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang nyata kepada siswa. Membatik bukan sekadar keterampilan, tetapi juga sarana untuk mengenal dan melestarikan warisan budaya bangsa,” ujarnya.
Sebelum praktik membatik dimulai, seluruh murid diajak mengikuti sesi ice breaking yang berlangsung meriah. Setelah itu, dua perwakilan tim dari Watungkal Edupark memberikan penjelasan mengenai sejarah, alat, dan teknik dasar membatik.
Saat kegiatan inti berlangsung, para murid tampak telaten dan penuh semangat dalam menggambar motif serta mengaplikasikan malam pada kain. Suasana belajar terasa menyenangkan dan interaktif.
Salah satu peserta, Asiyah, murid kelas satu, mengungkapkan kegembiraannya,
“Aku senang sekali bisa membatik. Ternyata seru dan tidak sulit. Aku ingin mencoba lagi di rumah,” katanya dengan wajah ceria.
Kegiatan membatik ini bertujuan untuk mengenalkan seni batik sebagai warisan budaya Indonesia kepada murid sejak usia dini, sekaligus melatih kreativitas, kesabaran, dan keterampilan motorik halus mereka.
Ke depan, SD Musaka berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual. Selain menambah wawasan, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Nusantara serta membentuk karakter murid yang kreatif dan berbudaya.
Penulis: Apriliana Rosidatul Islamiyah, Editor: Ma’in