MuhammadiyahLamongan.com – Inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan sosial, dan kepedulian lingkungan berhasil dikembangkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA). Melalui penelitian skripsi berbasis Research and Development (R&D), Zurifa Nur Widyanti berhasil menghasilkan perangkat pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) berbasis Social Emotional Learning (SEL) yang diterapkan di SDN 2 Tambakrigadung, Kabupaten Lamongan.
Mahasiswa semester akhir tersebut menuntaskan pengembangan perangkat pembelajaran yang dirancang untuk menanamkan karakter peduli lingkungan kepada siswa sekolah dasar. Setelah melalui serangkaian tahapan validasi dan uji coba, produk yang dikembangkannya dinyatakan valid, praktis, dan efektif sehingga siap disebarluaskan ke berbagai sekolah dasar.
Saat ditemui pada Rabu (10/6/2026), Zurifa mengatakan bahwa statusnya sebagai mahasiswa PGSD di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah menjadi motivasi untuk memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan. Ia ingin menghadirkan solusi pembelajaran yang relevan dengan tantangan lingkungan yang dihadapi generasi muda saat ini.
“Sebagai calon guru sekolah dasar, saya ingin menciptakan solusi nyata terkait isu lingkungan untuk pembelajaran di kelas,” ujarnya.
Melalui integrasi pendekatan SEL dalam mata pelajaran IPAS, pembelajaran tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan sains, tetapi juga menyentuh aspek afektif dan keterampilan sosial siswa. Menurut Zurifa, pendekatan tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran, empati, dan tanggung jawab siswa terhadap lingkungan di sekitarnya.
“Tujuannya agar muncul rasa peduli dalam menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar. Mata pelajaran IPAS sangat relevan untuk meningkatkan kepedulian lingkungan pada diri siswa. Alhamdulillah, respons guru dan kepala sekolah sangat luar biasa,” katanya.
Keberhasilan pengembangan perangkat pembelajaran tersebut tidak terlepas dari pendampingan tim dosen pembimbing, yakni A. F. Suryaning Ati MZ, M.Pd. sebagai dosen pembimbing I dan Humairah, M.Pd. sebagai dosen pembimbing II. Keduanya mendampingi proses penelitian sejak tahap perencanaan hingga perangkat dinyatakan siap digunakan.
Pihak SDN 2 Tambakrigadung turut memberikan apresiasi atas inovasi yang dihasilkan mahasiswa PGSD UMLA tersebut. Kehadiran perangkat pembelajaran baru itu dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, reflektif, dan aplikatif sehingga siswa dapat menghubungkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, perangkat tersebut juga dinilai mendukung pelaksanaan program Adiwiyata yang sedang dikembangkan sekolah.
Zurifa menjelaskan bahwa hasil implementasi menunjukkan adanya peningkatan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, siswa juga menunjukkan rasa ingin tahu yang lebih tinggi serta berkembangnya sikap kasih sayang, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Saya sudah membuktikan bahwa pembelajaran yang diintegrasikan dengan pendekatan SEL pada mata pelajaran IPAS dapat meningkatkan partisipasi dalam kegiatan belajar, menumbuhkan rasa ingin tahu yang tinggi, serta meningkatkan rasa kasih sayang, tolong-menolong, dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan guru Kelas V SDN 2 Tambakrigadung. Menurutnya, perangkat pembelajaran tersebut mampu meningkatkan antusiasme siswa, terutama ketika mereka diajak berdiskusi untuk mencari solusi atas berbagai permasalahan lingkungan yang ada di sekitar mereka.
“Kami sangat berterima kasih atas inovasi perangkat pembelajaran IPAS yang diintegrasikan dengan pendekatan SEL ini. Anak-anak menjadi lebih antusias, terutama saat diajak mendiskusikan solusi dari berbagai permasalahan lingkungan,” ungkapnya.
Ia berharap perangkat pembelajaran tersebut dapat dimanfaatkan lebih luas oleh guru-guru sekolah dasar, baik di sekolah negeri maupun swasta. Dengan demikian, pembelajaran IPAS tidak hanya memperkuat pemahaman konsep, tetapi juga membentuk karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan.
Setelah menyelesaikan seluruh tahapan pengujian, Zurifa kini bersiap melakukan diseminasi atau penyebarluasan produk kepada masyarakat pendidikan. Ia berencana memperkenalkan perangkat pembelajaran tersebut melalui forum ilmiah, komunitas guru kelas V sekolah dasar, serta menyediakan akses terbuka bagi para pendidik yang ingin menggunakannya.
Bagi guru, kepala sekolah, maupun pemerhati pendidikan yang ingin melihat, mengunduh, dan mencoba perangkat pembelajaran IPAS berbasis SEL untuk kelas V sekolah dasar, produk tersebut dapat diakses secara terbuka melalui tautan Google Drive yang telah disediakan.
Penulis : Syafna Cahaya Arfina | Editor : Fathan Faris Saputro