Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Sambut 1448 H, Alumni DAD IMM Abu Hanifah FEB UMLA Perkuat Mental Agen Perubahan

MuhammadiyahLamongan.com – Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dimanfaatkan alumni Darul Arqam Dasar (DAD) Ke-12 Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Abu Hanifah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Lamongan (FEB UMLA) untuk memperkuat spirit perubahan diri dan gerakan kader. Melalui Kajian Islam bertema “Momentum Hijrah Menuju Perubahan Positif”, para peserta diajak memaknai hijrah sebagai langkah transformasi menuju pribadi yang lebih beriman, berilmu, dan berintegritas.

Kegiatan yang merupakan bagian dari Rencana Tindak Lanjut (RTL) Alumni DAD Ke-12 tersebut digelar di Kampus 2 FEB UMLA Paciran, Selasa (16/6/2026), dan diikuti oleh alumni DAD serta kader IMM. Kajian ini menjadi ikhtiar penguatan spiritual dan ideologis pasca-pelaksanaan Darul Arqam Dasar.

Hadir sebagai pemateri, Muhammad Kholis, M.Pd., yang mengupas makna hijrah secara komprehensif. Menurutnya, hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah, melainkan juga proses meninggalkan segala bentuk kemaksiatan menuju kehidupan yang lebih baik dan diridhai Allah SWT.

“Hakikat hijrah bukan hanya perubahan penampilan, melainkan perubahan pola pikir, perilaku, karakter, dan kualitas hidup menuju ridha Allah SWT,” ujarnya.

Wakil Ketua RTL Alumni DAD Ke-12, Immawati Wulan Dwi Yuliyanti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kajian tersebut merupakan program RTL pertama yang diselenggarakan bertepatan dengan momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

“Kajian ini menjadi langkah awal untuk memperkuat semangat keislaman dan kebersamaan alumni DAD. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat dilaksanakan secara rutin,” kata Wulan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh alumni DAD yang hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.

“Saya berterima kasih kepada teman-teman alumni DAD yang tetap antusias mengikuti kajian ini. Terima kasih pula kepada Bapak Muhammad Kholis yang telah berkenan hadir dan berbagi ilmu serta pengalaman,” tuturnya.

Dalam pemaparannya, Muhammad Kholis menegaskan bahwa semangat hijrah memiliki urgensi besar bagi kader IMM. Hijrah menjadi sarana meningkatkan kualitas keimanan, membentuk karakter yang disiplin, jujur, dan bertanggung jawab, sekaligus menjauhkan diri dari berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan.

Menurutnya, kader IMM memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu memberikan dampak positif, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat. Karena itu, semangat hijrah harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan kemanusiaan.

Peserta juga diajak memahami nilai-nilai penting dalam proses hijrah, seperti keberanian untuk berubah, kesabaran dalam menjalani proses, komitmen dan istiqamah dalam berbuat kebaikan, serta pentingnya membangun lingkungan pergaulan yang sehat dan produktif.

Muhammad Kholis mengingatkan bahwa keberhasilan hijrah tidak dapat diraih secara instan. Perubahan membutuhkan proses panjang yang harus dijalani dengan kesabaran, konsistensi, dan tekad untuk terus memperbaiki diri.

Pada sesi implementasi, peserta memperoleh pemahaman mengenai penerapan nilai hijrah dalam kehidupan mahasiswa, mulai dari bidang akademik, ibadah, pergaulan, hingga pemanfaatan teknologi digital. Dalam bidang akademik, mahasiswa didorong untuk belajar secara sungguh-sungguh, menjauhi praktik plagiarisme, serta aktif dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, dalam kehidupan spiritual, peserta diajak menjaga salat lima waktu, membiasakan membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa dan zikir, serta mengikuti kajian keislaman secara rutin.

Di era digital, hijrah juga menghadapi berbagai tantangan, seperti pengaruh media sosial, budaya instan, krisis identitas, dan rendahnya konsistensi dalam mempertahankan semangat perubahan. Karena itu, diperlukan kesadaran diri, kontrol yang kuat, serta lingkungan yang positif agar proses hijrah dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Sebagai langkah praktis memulai hijrah, pemateri mengajak peserta untuk meluruskan niat karena Allah SWT, melakukan muhasabah, menetapkan target perubahan yang jelas, membiasakan diri dengan aktivitas positif, memperbanyak ilmu dan amal, serta menjaga istiqamah dalam setiap proses perbaikan diri.

Kajian berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi generasi muda dalam menjaga semangat hijrah di tengah arus perkembangan zaman yang semakin kompleks.

Melalui kegiatan ini, Panitia RTL Alumni DAD PK IMM Abu Hanifah FEB UMLA berharap para kader dan alumni mampu mengimplementasikan nilai-nilai hijrah dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi pribadi yang beriman, berilmu, berintegritas, serta bermanfaat bagi masyarakat.

Menutup kajiannya, Muhammad Kholis menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh peserta.

“Hijrah bukan tentang menjadi sempurna dalam sehari, melainkan tentang menjadi lebih baik dari hari kemarin dan terus berjalan menuju ridha Allah SWT.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa hijrah adalah perjalanan panjang menuju perbaikan diri yang harus dijalani dengan kesungguhan, kesabaran, dan komitmen untuk terus bertumbuh menjadi insan yang lebih baik. (*)

Penulis : Ni’matul Jamilah | Editor : Fathan Faris Saputro

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Awal Tahun 1448 H, PRA Sukoanyar Hidupkan Semangat Ta’awun melalui Program Raisyah Lansia

Next Post

Guru MTs Muhammadiyah 32 Sumberagung Bersinar di Diklat Promosi Sekolah-Madrasah, Raih Penulis Berita Terbaik

Read next
0
Share