Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

IMM Lamongan Demo Desak Harga BBM Turun, Ungkap Masyarakat Makin Susah


MuhammadiyahLamongan.com –Ratusan massa dari setiap Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Se-Cabang Lamongan yang tergabung dari PK IMM Al-Iskandariyah UMLA, PK IMM Ibnu An-Nafis UMLA, PK IMM Ahmad Dahlan ITB Lamongan, PK IMM Muhammad Al-Fatih UNISLA, PK IMM Harun Ar-Rasyid UNISLA, PK IMM Abu Hanifah UMLA, PK IMM STAIM Paciran, PK IMM STITM Paciran, PK IMM UNISDA, melakukan aksi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kantor DPRD Lamongan, Senin (12/9/2022).

IMM mengawali aksinya longmarch dari titik kumpul di Gedung Dakwah Muhammadiyah Lamongrejo – KH A Dahlan dan langsung ke sasaran jalan Basuki Rahmad, tempat para wakil rakyat berkantor di Gedung DPRD.

Para aktifis ini kemudian berorasi bergantian menyuarakan penolakannya terkait kenaikan harga BBM.

Empat orang orator bergantian, sementara para mahasiswa lainnya memberikan semangat dengan membentangkan kain rentang dan karton rentang dengan berbagai kalimat tuntutannya.

Mereka menilai kenaikan harga ini bisa membuat masyarakat semakin susah. Mereka juga membentangkan spanduk penolakan kenaikan harga BBM yang dilakukan pemerintah.

Koordinator aksi unjuk rasa dari IMM Cabang Lamongan IMMawan Alexi Candra Putra K.N. mengatakan, keputusan pemerintah untuk menaikan harga BBM adalah suatu kesalahan yang sangat fatal dan akan menjadi suatu peristiwa kecelakaan sejarah bagaimana tidak, masyarakat kecil menengah menjadi korban dari kebijkan yang fatal ini, disaat ekonomi belum stabil pasca pandemi yang pastinya akan menjadi suatu kesengsaraan bagi rakyat kecil.

“Kenaikan BBM sebagai salah satu bahan primer di masyarakat akan memiliki efek domino terhadap berbagai sektor kehidupan dalam produksi, konsumsi, dan distribusi barang,” kata dia.

“Kami tegas menolak kenaikan harga BBM yang jelas akan berdampak pada berbagai kebutuhan masyarakat dan implikasi logis dari hal ini adalah masyarakat semakin merintih,” tegas Alex.

Ia menambahkan, kebijakan penyesuaian harga BBM ini tidak akan menjadi solusi yang baik dan malah akan memperburuk inflasi di negri ini.

Ada tiga tuntutan yang disuarakan massa dari IMM Cabang Lamongan tersebut. Pertama, Menolak penyesuaian harga BBM serta menuntut dan mendesak pemerintah untuk menurunkan harga BBM bersubsidi.

Kedua, Menuntut pemerintah mengevaluasi penyaluran BBM bersubsidi yang tidak tepat sasaran dan merugikan masyarakat tingkat grassroot.

Ketiga, Mendesak pemerintah unuk segera merapatkan kebijakan BBM bersubsidi tepat sasaran.

Para mahasiswa menuntut pembuktian keseriusan para wakil rakyat dan eksekutif untuk membubuhkan tanda tangan berstempel lembaga DPRD dan Pemkab.

Akhirnya Wakil Ketua DPRD Lamongan, Khusnul Aqib dan Sekkab, Moh. Nalikan membubuhkan tanda tangannya berikut stempel. Mahasiswa kemudian balik kanan setelah menerima pernyataan bersama berstempel.

“Apa yang menjadi tuntutan mahasiswa sama dengan hati saya, atau sama dengan kami semua,” ungkap Khusnul Aqib di depan mahasiswa.

Senada juga disampaikan Sekkab Lamongan, Moh. Nalikan. Dan pihaknya akan turut serta menyampaikan ke pemerintah apa yang menjadi tuntutan mahasiswa.

Aksi massa IMM berlangsung kondusif,  yang terjadi hanya menutup jalan Basuki Rahmat, seperti yang terjadi pada elemen manapun ketika gelar demo di depan Gedung DPRD, lantaran gedung wakil rakyat ada di jalur itu.

Sejak berangkat dari titik kumpul hingga kembali bersikap tertib dan hanya memanfaatkan separuh ruas jalan. Sedang di barisan pinggir dibatasi dengan tali sepanjang barisan IMM.

Sepanjang perjalanan perwakilan mahasiswa bergantian berorasi, dengan tetap dikawal polisi dari titi kumpul sampai lokasi demo.

Upaya pendekatan polisi, termasuk mengkondisikan wakil dewan untuk menemui mahasiswa dijalankan hingga para pendemo puas dengan jalannya aksi.

Tidak ada hingar bingar selama aksi, para mahsiswa menyuarakannya dengan tertib tanpa ada suara sumbang yang menyeruak.

Puas berorasi  dengan didukung sound system lengkap, dan penerimaan wakil rakyat serta eksekutif, massa balik ke lokasi di jalan Lamongrejo. (Fathan Faris Saputro)

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Mampu Meraih Impian yang Tinggi Kuncinya Saling Menyayangi

Next Post

IMM se Lamongan Kepung Gedung DPRD Lamongan

Read next
0
Share