MuhammadiyahLamongan.com – Haru dan optimisme berkelindan di Gedung SMK Muhammadiyah 2 Brondong Kampus 2, Sabtu (11/7/2026) pagi. Ratusan guru, tenaga kependidikan, dan pimpinan persyarikatan berkumpul dengan satu tekad: memperkuat ikhtiar memajukan pendidikan Muhammadiyah.
Semangat itu terbingkai dalam kegiatan Pisah Sambut dan Pembinaan Pegawai Perguruan Muhammadiyah Brondong bertema ”Peneguhan Etos Juang Pendidikan dalam Proses Peningkatan Kualitas Pendidikan”. Kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan lintas generasi sekaligus momentum meneguhkan kembali peran guru sebagai penggerak utama perubahan pendidikan.
Sejak pagi, suasana kekeluargaan terasa di antara peserta dari berbagai amal usaha pendidikan. Hadir Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Brondong, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Brondong, serta jajaran pimpinan ranting organisasi otonom dan persyarikatan di Brondong, Geneng, dan Jompong.
Kegiatan juga diikuti seluruh guru dan karyawan TK ABA 02 dan TK ABA 24 Brondong, MI Muhammadiyah 06 Brondong, MTs Muhammadiyah 25 Brondong, serta SMK Muhammadiyah 2 Brondong.
Haru Mengiringi Purna Tugas
Rangkaian acara diawali dengan prosesi pisah sambut. Penghormatan diberikan kepada dua pendidik yang telah menuntaskan pengabdian selama puluhan tahun, yakni Dra. Hj. Zuliati, M.Pd., dan Wasis Budi Utomo, S.Pd.
Suasana haru menyeruak ketika Zuliati mewakili rekan sejawat menyampaikan pesan dan kesan selama mengabdi. Perjalanan panjang bersama keluarga besar Perguruan Muhammadiyah Brondong meninggalkan banyak kenangan sekaligus pelajaran tentang arti pengabdian.
Menurut dia, menjadi guru bukan sekadar menjalankan profesi. Di balik ruang kelas dan perjalanan mendampingi peserta didik, terdapat ladang pengabdian dan amal jariyah yang manfaatnya diharapkan terus mengalir kepada generasi berikutnya.
Di tengah perpisahan itu, harapan baru turut tumbuh. Keluarga besar perguruan menyambut dua pegawai baru, Fadhilla Annisa Rosanti, S.Pd., dan Aldila Muhammad Zamir. Kehadiran keduanya diharapkan membawa energi baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.
Ketua PCM Brondong, Drs. Mat Iskan, menegaskan pentingnya menjaga mutu dan daya saing sekolah Muhammadiyah di tengah perubahan zaman.
”Sekolah Muhammadiyah harus unggul dan menjadi pilihan masyarakat,” tegas Mat Iskan.
Menurut dia, keunggulan sekolah hanya dapat diwujudkan apabila seluruh pendidik dan tenaga kependidikan terus meningkatkan kompetensi. Semangat pengabdian dan pelayanan pendidikan kepada masyarakat juga harus senantiasa dijaga.
Ketua Badan Pengurus Kompleks Pendidikan Muhammadiyah Brondong, H. Heru Purnama, S.Ag., M.Pd., turut mengajak seluruh sivitas pendidikan memperkuat sinergi antarjenjang. Kebersamaan, menurut dia, menjadi salah satu modal penting untuk membangun lembaga pendidikan yang semakin dipercaya masyarakat.
Kualitas Pendidikan Bertumpu pada Guru
Selepas prosesi pisah sambut, kegiatan berlanjut dengan sesi pembinaan bersama Prof. Dr. H. Biyanto, M.Ag. Ia merupakan Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur sekaligus Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antarlembaga Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Dalam paparannya, Biyanto menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak akan melampaui kualitas gurunya. Oleh karena itu, investasi terbesar sebuah lembaga pendidikan sejatinya terletak pada penguatan kapasitas para pendidik.
”Ujung tombak pendidikan adalah guru. Jika ingin meningkatkan kualitas pendidikan, yang harus terus diperkuat terlebih dahulu adalah kualitas gurunya. Guru harus terus belajar, bertumbuh, dan menjadi teladan di tengah masyarakat,” ujar Biyanto.
Guru, lanjut dia, tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran. Seorang pendidik juga perlu memiliki etos juang, integritas, dan semangat melayani.
Perubahan besar dalam dunia pendidikan, menurut Biyanto, selalu bermula dari guru yang bersedia terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Namun, perubahan itu tetap harus berpijak pada nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.
Pada kesempatan tersebut, Biyanto juga menyerahkan bantuan dari Direktorat SMK senilai Rp 25 juta kepada Kepala SMK Muhammadiyah 2 Brondong. Bantuan itu menjadi bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan mutu pendidikan vokasi.
Ketua panitia, Devia Inka Puspa A., S.Pd., mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin tahunan. Pisah sambut dan pembinaan menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat perjuangan seluruh tenaga pendidik.
”Kami berharap kegiatan ini mampu menjadi penyemangat bagi seluruh guru dan karyawan untuk terus berkolaborasi, meningkatkan kompetensi, serta memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi peserta didik. Semangat yang diwariskan para guru purna tugas juga menjadi inspirasi bagi generasi pendidik berikutnya,” ujarnya.
Kesan serupa disampaikan salah seorang peserta pembinaan, Annisa Nur Aini, S.Pd. Ia mengaku memperoleh motivasi dan penguatan dari materi yang disampaikan narasumber.
”Materinya sangat menguatkan. Kami diingatkan kembali bahwa menjadi guru bukan hanya mengajar, melainkan juga menjadi teladan dan penggerak perubahan. Ini menjadi bekal berharga untuk terus meningkatkan kualitas diri dan memberikan yang terbaik bagi sekolah,” tuturnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Momen penghormatan kepada guru purna tugas, penyambutan pegawai baru, hingga sesi pembinaan turut diabadikan SKAMDA Media melalui dokumentasi foto dan video.
Lebih dari seremoni, pertemuan itu menjadi penanda berlanjutnya estafet perjuangan pendidikan Muhammadiyah di Brondong. Pengabdian para guru purna tugas menjadi teladan, kehadiran pegawai baru membawa harapan, sedangkan pembinaan menguatkan kembali semangat para pendidik.
Dari Brondong, ikhtiar itu kembali diteguhkan. Membangun sekolah Muhammadiyah yang unggul, menghadirkan guru beretos juang, dan menjadikan pendidikan sebagai jalan dakwah untuk mencerdaskan kehidupan umat dan bangsa. (*)
Penulis : Agus Arif Priyanto | Editor : Fathan Faris Saputro