MuhammadiyahLamongan.com – MTs Muhammadiyah 25 Brondong (MTs Mutif) membentuk dan mengukuhkan Paguyuban Wali Murid sebagai upaya memperkuat sinergi antara madrasah dan keluarga dalam mendukung pendidikan. Pengukuhan yang berlangsung pada Sabtu (18/7/2026) itu menjadi bagian dari silaturahmi awal Tahun Ajaran 2026/2027 sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih terbuka, suportif, dan kolaboratif antara orang tua dengan pihak madrasah.
Pertemuan yang digelar di aula lantai dua madrasah tersebut diikuti oleh seluruh wali murid kelas VII hingga IX. Hadir dalam kegiatan itu Ketua Badan Pengurus Kompleks Pendidikan Muhammadiyah Brondong (BPKPMB), jajaran pimpinan madrasah, serta para wali kelas.
Ketua BPKPMB, Heru Purnama, M.Pd., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab madrasah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif keluarga. Menurutnya, keharmonisan hubungan antara guru dan orang tua menjadi fondasi penting dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik.
“Keberhasilan pendidikan seorang anak sangat bergantung pada keseriusan orang tua dan guru dalam menjalankan perannya masing-masing. Karena itu, komunikasi dan kerja sama harus terus dibangun,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MTs Mutif, Suaidi, M.Pd., memperkenalkan keluarga besar madrasah, terutama kepada wali murid kelas VII, sekaligus menyosialisasikan berbagai kebijakan serta program unggulan madrasah pada tahun ajaran baru.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan interaktif. Wali murid tampak antusias mengikuti setiap pemaparan, bahkan beberapa kali diselingi canda yang mencairkan suasana.
Dalam kesempatan tersebut, Suaidi menekankan pentingnya membangun budaya keterbukaan dan saling percaya demi menyatukan visi pendidikan antara madrasah dan keluarga.
“Panjenengan semua bisa menghubungi pimpinan madrasah, siapa pun. Apa pun bisa disampaikan, tidak hanya kepada wali kelas,” kata Suaidi.
Momentum penting dalam kegiatan itu adalah pengukuhan Paguyuban Wali Murid MTs Mutif Brondong yang untuk pertama kalinya dibentuk sebagai wadah musyawarah dan komunikasi seluruh orang tua peserta didik.
Sebelumnya, komunikasi antara madrasah dan wali murid lebih banyak dilakukan melalui wali kelas. Dengan hadirnya paguyuban, diharapkan koordinasi, penyampaian aspirasi, serta kolaborasi dalam mendukung program pendidikan dapat berlangsung lebih efektif.
Pembentukan paguyuban tersebut merupakan salah satu program prioritas Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Masyarakat pada Semester Gasal Tahun Ajaran 2026/2027. Setelah melalui koordinasi internal, setiap kelas mengirimkan tiga hingga empat perwakilan wali murid untuk bergabung dalam kepengurusan.
Kepala madrasah kemudian mengukuhkan Lailiya Harti Damayanti sebagai ketua, Erni Puspita Sari sebagai sekretaris, dan Iin Dariati sebagai bendahara. Selain pengurus inti, paguyuban juga diperkuat sekitar 13 anggota yang akan dibagi ke dalam beberapa bidang kerja.
Suaidi berharap keberadaan paguyuban menjadi mitra strategis madrasah dalam menciptakan pengalaman belajar terbaik bagi para peserta didik.
“Bidang Humas madrasah akan mendampingi paguyuban. Kita akan melangkah bersama memberikan pengalaman belajar terbaik bagi para siswa,” tuturnya.
Semangat kebersamaan tampak usai prosesi pengukuhan. Pengurus yang baru dilantik saling memberikan dukungan dan berkomitmen menjalankan amanah dengan semangat gotong royong, keterbukaan, serta kerja sama.
Rangkaian silaturahmi, sosialisasi kebijakan madrasah, hingga pengukuhan Paguyuban Wali Murid berlangsung tertib. Melalui wadah baru tersebut, MTs Mutif berharap sinergi antara madrasah dan orang tua semakin kuat sehingga mampu menghadirkan ekosistem pendidikan yang lebih berkualitas bagi peserta didik. (*)
Penulis : Firoh Vio | Editor : Fathan Faris Saputro