Redaksi muhammadiyahlamongan.com menyajikan suguhan dakwah media massa yang sejuk, Islami dan berkemajuan. Berbasis komunitas dan berpedoman pada tujuan persyarikatan Muhammadiyah.

Pimpinan Muhammadiyah Harus ‘PKB’

1 min read

musycab-pcm-turiMuhammadiyahLamongan.com – Pelaksanaan musyawarah cabang PCM, PCA dan PCPM Turi dilaksanakan secara bersama.(7/8) Pada kesempatan ini PCM Turi mengusung tema “Membangun Kemandirian Ekonomi”.

Dari Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan tampak hadir H. Subagio bendahara PDM Lamongan, selain itu H. Subagio selaku wakil dari PDM Lamongan membuka acara musycab PCM Turi.

Muhammadiyah merupakan organisasi islam yang berbasiskan gerakan, apabila pengurus tidak bergerak maka Muhammadiyah akan jalan ditempat dan tidak akan dapat berkembang seperti saat ini. Hal ini senada dengan sambutan yang disampaikan oleh H. Subagio.

“Muhammadiyah adalah gerakan, jika pengurusnya tidak bergerak maka Muhammadiyah juga ikut tidak bergerak.” Kata H. Subagio.

Keseriusan Muhammadiyah dalam ikut serta membangun perekonomian bangsa Indonesia patut diberikan apresiasi. Puluhan amal usaha yang didirikan oleh Muhammadiyah memiliki tujuan mewujudkan kemandirian dalam bidang ekonomi. Dalam sambutannya, H. Subagio juga menyinggung tentang pendirian Universitas Muhammadiyah Lamongan.

“Untuk pendirian Universitas Muhammadiyah Lamongan, insya allah ijin prinsipnya sudah disetujui. RSML juga akan mengembangkan perluasan terutama untuk masjid.” Ujar H. Subagio.

Banyak hal yang akan dilakukan oleh PDM Lamongan demi kemajuan Muhammadiyah di Lamongan, untuk itu bendahara PDM ini meminta doa restu dari undangan dan seluruh peserta Musycab di PCM Turi.

Seorang pemimpin Muhammadiyah selayaknya tidak hanya mengandalkan kecerdasan dalam memimpin Muhammadiyah, karena kecerdasan saja tidak cukup tapi juga harus kober dan bener.

“Kunci memimpin Muhammadiyah itu harus PKB (Pinter, Kober dan Bener). Kepinteran di Muhammadiyah itu kolektif kolegial. Untuk menggerakkan Muhammadiyah disemua tingkatan itu tidak akan terwujud jika tidak dilaksanakan secara bersama-sama.” Ujar H. Subagio.

“Keberadaan mushola dan masjid diharapkan mampu digunakan secara maksimal oleh ranting untuk menggerakkan Muhammadiyah dengan banyak dimanfaatkan untuk kegiatan ranting maupun cabang.” harap H. Subagio

Bendahara PDM ini juga menyampaikan, membawa amanah dengan baik serta melaksanakan program dengan baik sehingga bisa berkemajuan. Musycab tidak hanya sebagai kegiatan rutin untuk menggugurkan periodesasi tapi selayaknya mampu dipakai untuk menggerakkan Muhammadiyah lebih maju.

” Mewujudkan kemandirian ekonomi,” yg diangkat sebagai tema musycab PCM Turi, juga dikatakan oleh H. Subagio sejalan dengan prioritas program dari muktamar di Makasar. (Tim/red)

Redaksi muhammadiyahlamongan.com menyajikan suguhan dakwah media massa yang sejuk, Islami dan berkemajuan. Berbasis komunitas dan berpedoman pada tujuan persyarikatan Muhammadiyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *