MuhammadiyahLamongan.com— Suasana ruang kelas MI Muhammadiyah 09 Labuhan (MI MULA) mendadak riuh penuh canda dan tawa, dimana pagi itu, pancaran mata polos anak-anak tampak berbinar saat menyambut kehadiran para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA). Di tengah deretan bangku sekolah, sebuah ruang belajar yang hangat tercipta melalui program pembinaan akademik fokus Baca, Tulis, dan Berhitung (Calistung). Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (21/7/2026).
Hadir sebagai sosok “kakak pembimbing” yang telaten, tiga mahasiswa UMLA—Elsa, Jes, dan Windy—berusaha meruntuhkan sekat canggung. Mereka hadir bukan sekadar membawa buku dan spidol, melainkan membawa semangat baru untuk menuntun jemari mungil siswa menggoreskan pensil dan mengeja huruf demi huruf.
Belajar Seraya Bermain: Ketika Angka dan Huruf Menjadi Menyenangkan
Materi calistung yang kerap dianggap menjenuhkan diubah menjadi petualangan belajar yang seru. Pada materi membaca, anak-anak diajak mengenali huruf dan merangkai suku kata menggunakan flashcards bergambar yang warna-warni. Suara lantang anak-anak yang menirukan ejaan demi ejaan menggema di sudut ruang kelas.
Pada materi menulis, para mahasiswa dengan sabar menggenggam tangan siswa yang masih ragu meliukkan pensil, membantu merapikan bentuk huruf dan menyalin kalimat sederhana. Tak kalah seru, pada materi berhitung, stik es krim dan permainan angka interaktif disulap menjadi media konkret untuk memahami penjumlahan dan pengurangan dasar. Pendekatan belajar sambil bermain ini terbukti ampuh melelehkan rasa takut anak-anak terhadap pelajaran dasar.
Menanam Fondasi, Membuka Jendela Dunia
Pendampingan ini bukan sekadar mengejar ketuntasan materi pelajaran di atas kertas. Keterampilan membaca, menulis, dan berhitung kepada siswa adalah fondasi paling krusial bagi tumbuh kembang anak secara akademik. Ketika fondasi literasi dan numerasi ini terbentuk dengan kuat dan tanpa rasa tertekan, anak-anak akan memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk menyerap pelajaran yang lebih kompleks di masa depan.
Kehadiran mahasiswa KKN UMLA juga menyuntikkan energi positif di MI MULA. Pendekatan personal yang penuh kasih sayang mampu mengubah suasana kelas menjadi ruang belajar yang hidup, aman, dan memanusiakan anak.
Sentuhan Hati Pembimbing: “Teruslah Mengejar Cita-cita, Adik-Adik”
Di balik papan tulis dan tumpukan kertas latihan, terukir ikatan emosional yang hangat antara para siswa dan mahasiswa pembimbing. Elsa, Jes, dan Windy mengaku mendapatkan pelajaran berharga tentang kesabaran dan keikhlasan dari ketulusan anak-anak MI MULA.
“Kami sangat terharu dan bahagia melihat antusiasme anak-anak MI MULA. Mereka sangat ceria, polos, dan memiliki semangat belajar yang luar biasa. Setiap kali kami memasuki ruang kelas, sambutan hangat dan senyuman polos mereka selalu menjadi energi yang luar biasa bagi kami.” Ujar Elsa dan Jes.
“Untuk adik-adik tercinta di MI MULA, teruslah rajin belajar dan jangan pernah takut salah dalam mencoba. Membaca dan berhitung adalah jendela untuk melihat indahnya dunia. Tetaplah memiliki rasa ingin tahu yang besar dan kejarlah cita-cita kalian setinggi langit. Semoga kehadiran singkat kami bisa menyalakan api semangat belajar yang tak pernah padam.” Pesan Windy yang menyentuh hati.
Kegiatan yang berlangsung hangat ini ditutup dengan senyum mengembang dan peluk hangat. Hari itu, di sebuah kelas kecil MI MULA, mimpi-mimpi besar anak-anak Labuhan baru saja mendapatkan energi baru untuk terus tumbuh melampaui batas kemampuan mereka.
Penulis: Marmulik Hidayah, S.Pd, Editor: Ma’in