MuhammadiyahLamongan.com— Gelak tawa dan tepuk tangan meriah menggema di Aula MI Muhammadiyah 09 Labuhan (MI MULA), ruangan tersebut dipenuhi keceriaan puluhan siswa-siswi kelas 1 hingga 3 yang tampak antusias mengikuti sosialisasi hidup sehat. Kegiatan berlangsung di Aula Madrasah, Jumat (24/7/2026).
Jika sebelumnya jangkauan edukasi menyasar para wali murid, kali ini Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) memilih untuk menyapa langsung para siswa. Melalui kehangatan dan pendekatan yang ramah anak, dua mahasiswa narasumber, Syifa dan Vara, hadir membawakan materi mendasar namun berdampak besar yaitu kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Kelancaran acara ini juga tak lepas dari kekompakan tim KKN lainnya, yakni Junita, Melis, dan Jea yang sigap mendampingi anak-anak.
Langkah Kecil untuk Senyum yang Tetap Sehat
Di hadapan kepolosan para siswa, Syifa menjelaskan bahwa tangan-tangan mungil mereka adalah sarana utama untuk menjelajahi dunia—mulai dari memegang buku, bermain, hingga menyantap makanan. Namun, tanpa disadari, kuman dan bakteri penyakit kerap menempel di sana.
“Tangan anak-anak ini adalah masa depan kita. Mencegah penyakit seperti diare, cacingan, hingga flu berawal dari menjaga kebersihan tangan mereka sendiri,” ungkap Syifa lembut.
Tidak sekadar teori, Vara mengajak para siswa memahami momen-momen penting kapan harus mencuci tangan: sebelum dan sesudah makan, seusai dari toilet, setelah asyik bermain di luar, serta setelah batuk atau bersin.
Suasana semakin hangat ketika seluruh siswa diajak mempraktikkan Enam Langkah Cuci Tangan Standar Kesehatan. Lewat nyanyian dan peragaan gerakan yang menyenangkan, jemari mungil mereka menirukan instruksi: menggosok telapak, meratakan di punggung tangan, menyela jari-jari, mengunci, memutar ibu jari, hingga memutar ujung jari di telapak tangan.
Pesan Mendalam: Menanam Kebaikan Sejak Dini
Melihat semangat para siswa yang begitu polos dan ceria, Syifa dan Vara tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Bagi mereka, mengajar anak-anak usia sekolah dasar memberikan kesan tersendiri yang sangat menyentuh hati.
“Antusiasme mereka luar biasa. Saat diajak praktik lewat nyanyian, matanya berbinar-binar. Harapan kami, kebiasaan ini tidak berhenti di aula ini saja, tapi terbawa ke rumah dan jadi benteng kesehatan mereka setiap hari,” tutur Syifa penuh haru.
Vara pun menambahkan pentingnya momen kebersamaan ini bagi masa depan anak-anak.
“Usia SD/MI adalah masa emas. Jika kebiasaan baik ini tertanam sekarang, hal itu akan melekat sampai mereka dewasa kelak. Melihat mereka mau belajar hidup sehat adalah kebahagiaan terbesar kami,” Ucap Vara tersenyum.
Menutup Hari dengan Kenangan Manis
Acara diakhiri dengan tawa riang saat sesi kuis interaktif. Anak-anak yang berani maju ke depan dengan percaya diri memperagakan kembali enam langkah cuci tangan, disambut tepuk tangan dan apresiasi berupa hadiah kecil dari para mahasiswa.
Sinergi antara Mahasiswa KKN UMLA dan MI Muhammadiyah 09 Labuhan ini bukan sekadar pemenuhan tugas kuliah, melainkan bentuk kasih sayang dan kepedulian nyata bagi generasi penerus bangsa. Pihak sekolah pun berkomitmen untuk terus merawat benih kebaikan ini dengan menyediakan sarana cuci tangan yang memadai demi mewujudkan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan penuh keceriaan.
Penulis: Marmulik Hidayah, S.Pd, Editor: Ma’in