MuhammadiyahLamongan.com Kader Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Kranji Paciran Lamongan sukses dalam giat Gerakan Ketahanan Pangan Keluarga (GETAPAK), Acara berlangsung di depan Kantor BRI Desa Kranji. jum’at (14/8/2026)
Bertepatan dengan momentum HUT ke 81 RI, ibu-ibu PRA Kranji kompak memakai Dress Code Merah Putih dengan semangat jargon : Peduli, Suka Berbagi, ikhlas dari hati.
Getapak atau yang sering dikenal centelan jum’at berkah ini bukan kali pertama. Aksi nyata ini sudah berjalan sejak 2021 dan masih konsisten diadakan PRA Kranji rutin 2 jum’at sekali dari gang ke gang desa Kranji dengan bantuan tossa.
Sebelum pukul 6 pagi para anggota PRA Kranji berkumpul di lokasi pembungkusan paket bahan makanan. Setiap paket tersebut kemudian digantung di tossa dan dibawa menuju depan BRI Kranji.
Hj. Takiah, Ketua PRA Kranji, mengungkapkan bahwa warga Aisyiyah Kranji turut menyemarakkan Hari Kemerdekaan dengan giat membagikan paket bahan makanan sebanyak 191 paket. Setiba di lokasi pukul 06.30 warga memadati dan kurang dari 1 jam, ratusan paket itu pun habis.
Takiah menyadari bahwa giat ini tidak lepas dari dukungan para donatur dan kerjasama anggota PRA Kranji,
“Terima kasih kepada para Donatur yang terus istiqamah mendukung kegiatan ini, juga teman-teman PRA yang solid dan bersemangat. Baarakallah fiikum.” Ungkapnya syukur.
PRA Kranji berkomitmen hadir di tengah masyarakat sebagai perwujudan dakwah bil hal. Tidak hanya melalui GETAPAK tetapi beberapa kali PRA Kranji juga telah mengadakan bazar sembako tebus murah dan pengobatan gratis.
Sementara itu, Dr. Hj. Erly Julianti. S.E., M.M. Bendahara PCA Paciran, mengapresiasi aksi tersebut sekaligus mengenang awal mula getapak sebagai solusi saat maraknya covid, aksi tersebut lalu mendapat animo yang luar biasa,
“Aksi nyata PRA Kranji ini dipercaya oleh sejumlah donatur dari tokoh masyarakat secara umum baik dari kalangan Muhammadiyah maupun tidak, bahkan juga dari komunitas bersepeda.” Ungkapnya.
“Kepada para donatur dan teman-teman, semoga materi, barang dan tenaga yang sudah diberikan, dibalas dan dicatat sebagai amal ibadah.” Tambahnya.
Diharapkan melalui gerakan ini bisa terus berkelanjutan karena sangat bermanfaat untuk masyarakat untuk membantu ekonomi dan pangan warga.
Penulis Lyna Novianti Editor Lim