MuhammadiyahLamongan.com – Lantai 1 Masjid Al-Muttaqin Karanggeneng tampak lebih semarak pada Jumat (11/9/2026) pagi. Puluhan murid SD Muhammadiyah 1 Karanggeneng (SD Musaka) bergantian mengemas paket dalam kegiatan Aksi Nyata Berbagi.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Sekolah Sehat (GSS) melalui program Jumat Religi, Literasi, Sehat, Bersih (JURASIB) yang rutin dikembangkan SD Musaka. Program ini menjadi sarana sekolah untuk membangun kebiasaan baik sekaligus menanamkan karakter positif kepada murid.
Dalam kegiatan kali ini, JURASIB tidak hanya diisi dengan ibadah dan pembiasaan hidup sehat. Murid juga diajak terlibat langsung dalam kegiatan sosial dengan menyiapkan paket yang nantinya dibagikan kepada masyarakat.
Belajar Berbagi dari Hal Sederhana
Murid kelas I hingga kelas VI mendapat kesempatan untuk terlibat secara bergantian. Mereka bekerja sama menata dan memasukkan isi paket, membawa perlengkapan, merapikan kemasan, hingga memastikan paket siap dibagikan.
Aktivitas sederhana tersebut menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual. Murid tidak hanya memperoleh pemahaman tentang berbagi melalui penjelasan di kelas, tetapi juga mengalami secara langsung proses menyiapkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.
Kepala SD Musaka mengatakan Aksi Nyata Berbagi menjadi salah satu sarana untuk menanamkan kemandirian dan kepedulian sosial sejak dini.
Melalui kegiatan tersebut, murid belajar bahwa kebaikan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kebaikan dapat tumbuh dari kebiasaan sederhana, seperti membantu, bekerja sama, berbagi, dan peduli terhadap sesama.
Murid Kelas I Ikut Mengambil Peran
Keterlibatan murid kelas I menjadi salah satu bagian yang menarik dalam kegiatan tersebut. Meskipun masih berada pada awal jenjang pendidikan dasar, mereka sudah diajak mengambil peran dalam kegiatan sosial di lingkungan sekolah.
Salah satunya Ananda Clea, murid kelas I SD Musaka.
“Aku senang bisa ikut mengemas. Nanti paketnya bisa diberikan kepada orang lain. Aku mau berbagi supaya orang lain juga ikut senang,” kata Clea.
Ucapan sederhana Clea menunjukkan bahwa nilai kepedulian dapat ditanamkan sejak dini melalui pengalaman nyata. Murid tidak hanya menjadi penerima manfaat dari kegiatan sekolah, tetapi juga diberi kesempatan ikut menghadirkan manfaat bagi orang lain.
Kegiatan itu sekaligus menjadi ruang belajar tentang tanggung jawab. Setiap murid memiliki peran dalam proses menyiapkan paket hingga siap diberikan kepada penerima.
JURASIB Menyatukan Nilai Religius dan Kepedulian
Program JURASIB di SD Musaka dikembangkan sebagai bagian dari Gerakan Sekolah Sehat. Program tersebut tidak hanya menekankan kesehatan fisik, tetapi juga mengintegrasikan nilai religius, literasi, kebersihan, kemandirian, dan kepedulian sosial.
Melalui Aksi Nyata Berbagi, nilai-nilai tersebut dipraktikkan dalam kegiatan yang sederhana. Masjid Al-Muttaqin tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang pembelajaran yang mempertemukan nilai agama dengan kehidupan sehari-hari.
Murid belajar bahwa hidup sehat tidak hanya berkaitan dengan tubuh yang kuat. Kesehatan juga berkaitan dengan hati yang bersih, kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta kesediaan membantu orang lain.
Kegiatan Jumat pagi itu pun menjadi lebih dari sekadar agenda rutin sekolah. Di dalamnya terdapat proses menanamkan karakter yang diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
SD Musaka berharap JURASIB terus menjadi ruang bagi murid untuk tumbuh sebagai generasi yang hafiz, berakhlak mulia, mandiri, dan berprestasi. Keunggulan yang dibangun sekolah tidak hanya diukur dari pengetahuan, tetapi juga dari kepedulian dan kemauan menghadirkan manfaat bagi sesama.
Pada Jumat itu, murid SD Musaka mungkin hanya sedang mengemas sejumlah paket. Namun, di balik kegiatan sederhana tersebut, mereka sesungguhnya sedang belajar mengemas nilai-nilai kehidupan: kemandirian, kebersamaan, tanggung jawab, dan kepedulian.
Dari tangan-tangan kecil yang belajar berbagi, diharapkan tumbuh generasi yang kelak mampu menghadirkan manfaat lebih besar bagi masyarakat. (*)
Penulis : Apriliana Rosidatul Islamiyah | Editor : Fathan Faris Saputro