MuhammadiyahLamongan.com – Sebanyak 121 murid MTs Muhammadiyah 25 Brondong (MTs Mutif), Lamongan, mengikuti kegiatan Class Meeting dan Kemah Kreasi 2026 yang dibuka di halaman Perguruan Muhammadiyah Brondong, Selasa (6/10/2026). Kegiatan bertema “Adventure Begins, Creativity Unfolds” ini menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan kreativitas, sportivitas, kerja sama, dan kemampuan keagamaan melalui berbagai perlombaan.
Pembukaan kegiatan berlangsung meriah. Pelepasan balon ke udara dan pembentangan spanduk dari lantai dua gedung menandai dimulainya rangkaian acara. Sebanyak 121 murid mengenakan seragam olahraga berwarna kuning dan celana hitam, sedangkan guru serta panitia tampil kompak dengan kaus bernuansa persik dan putih bermotif batik.
Sejak pukul 08.00 WIB, suasana lapangan dipenuhi sorak-sorai peserta yang mengikuti lomba yel-yel antarkelas. Setiap kelompok menampilkan kekompakan melalui formasi, irama, dan variasi gerakan. Para wali kelas turut bergabung dalam penampilan murid untuk memberikan dukungan sekaligus membangun semangat kebersamaan.
Salah satu penampilan yang menarik perhatian datang dari kontingen kelas VIII. Dengan formasi yang rapi dan suara lantang, mereka berusaha menunjukkan kekompakan di hadapan peserta dan guru yang menyaksikan perlombaan.
Komandan peleton (danton) yel-yel kelas VIII, Dian Novitasari, mengaku sempat gugup sebelum tampil. Namun, dukungan teman-teman dan keterlibatan wali kelas membuatnya lebih percaya diri.
“Jujur, tadi sempat deg-degan luar biasa sebelum masuk lapangan, apalagi peserta dari kelas lain tampil sangat memukau. Namun, begitu mendengar teriakan kompak teman-teman dan melihat semangat wali kelas yang ikut beraksi di tengah arena, rasa takut itu hilang. Kami sudah berlatih intensif selama seminggu terakhir dan hari ini berusaha tampil maksimal demi membanggakan kelas,” kata Dian, Selasa (6/10/2026).
Memasuki siang hari, perlombaan berlanjut dengan bola tangan putri dan estafet air. Kedua lomba tersebut menghadirkan suasana berbeda, mulai dari persaingan memperebutkan bola hingga gelak tawa saat peserta berusaha menjaga gelas berisi air yang diikat di dahi mereka.
Dalam lomba estafet air, murid dan wali kelas dituntut menjaga keseimbangan serta bekerja sama agar air tidak tumpah selama perlombaan. Interaksi tersebut menjadi salah satu cara untuk mempererat hubungan antara guru dan murid di luar kegiatan pembelajaran di kelas.
Selain mengasah kemampuan fisik dan kreativitas, Class Meeting MTs Mutif juga memberikan ruang bagi penguatan karakter religius. Hal itu terlihat dalam lomba azan dan ikamah putra serta sambung ayat Al-Qur’an yang dilaksanakan di dalam ruangan.
Suasana khusyuk menyelimuti perlombaan keagamaan tersebut. Dalam lomba sambung ayat, setiap kelas mengirimkan dua perwakilan untuk menguji hafalan Al-Qur’an. Peserta harus melanjutkan bacaan ayat yang ditentukan secara acak oleh dewan juri dengan tetap memperhatikan ketepatan hafalan dan kelancaran bacaan.
Ervina Dwi Nur Azizah, salah satu peserta lomba sambung ayat dari kelas IX A, mengaku harus menjaga konsentrasi ketika menghadapi pertanyaan juri. Bersama rekan setimnya, ia berusaha menyambung bacaan Al-Qur’an secara bergantian dengan tepat.
“Momen mendebarkan itu pasti ada, apalagi ayat yang diuji secara acak dan kami berdua harus bergantian melanjutkan bacaan tanpa ragu. Namun, alhamdulillah, berkat kekompakan tim dan persaingan yang sehat, kami bisa melewatinya. Karena ini class meeting terakhir bagi kami di kelas IX, kami bertekad memberikan yang terbaik dan siap memboyong piala untuk kelas IX A,” ujar Ervina.
Rangkaian Class Meeting dijadwalkan berlanjut hingga Rabu (7/10/2026) di halaman Perguruan Muhammadiyah Brondong. Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan Kemah Kreasi di Bumi Perkemahan Panyuran pada 9–11 Oktober 2026.
Melalui rangkaian kegiatan ini, MTs Mutif tidak hanya memberikan ruang bagi murid untuk berkompetisi, tetapi juga mendorong mereka belajar menghargai perbedaan kemampuan, menjaga sportivitas, serta membangun kebersamaan. Perpaduan kegiatan olahraga, kreativitas, dan keagamaan diharapkan dapat menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi seluruh peserta. (*)
Penulis : Sri Damiati | Editor : Fathan Faris Saputro