Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

DSD Lamongan Bangunkan Pandu Athfal, Tanamkan Kedisiplinan Lewat Salat Subuh Berjamaah

MuhammadiyahLamongan.com – Suasana pagi di Lapangan Tlogo Ploso, Desa Payaman, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (24/10/2026), mulai terasa ketika Dewan Sugli Daerah (DSD) Lamongan membangunkan para Pandu Athfal untuk melaksanakan salat Subuh. Di tengah suasana perkemahan Ceria Pandu Athfal (CPA) 2026, para peserta diajak meninggalkan tenda dan bersiap menunaikan ibadah bersama.

Sejak pagi buta, anggota DSD Lamongan bergerak membangunkan peserta yang masih beristirahat di tenda masing-masing. Dengan penuh semangat, mereka mengingatkan para Pandu Athfal agar segera bersiap melaksanakan salat Subuh berjamaah. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari pembiasaan ibadah sekaligus upaya menanamkan kedisiplinan kepada peserta selama mengikuti perkemahan.

Ketua DSD Lamongan, Ratno Yulianto, menyampaikan bahwa membangunkan peserta untuk melaksanakan salat Subuh merupakan bagian dari pendidikan karakter dalam kegiatan kepanduan. Menurutnya, perkemahan tidak hanya menjadi tempat bagi anak-anak untuk bermain dan belajar keterampilan, tetapi juga menjadi sarana membiasakan diri menjalankan ibadah dan menerapkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membiasakan para Pandu Athfal untuk disiplin dalam beribadah, terutama salat Subuh. Harapannya, kebiasaan baik yang dilakukan selama perkemahan ini dapat terus diterapkan ketika mereka kembali ke rumah dan lingkungan masing-masing,” ujar Ratno.

Ia menambahkan, pembiasaan salat berjamaah juga mengajarkan pentingnya tanggung jawab, kebersamaan, dan kepatuhan terhadap nilai-nilai agama. Karena itu, anggota DSD Lamongan berupaya memberikan pendampingan sekaligus teladan kepada para Pandu Athfal agar semangat beribadah tumbuh melalui kebiasaan nyata, bukan sekadar imbauan.

Bagi para Pandu Athfal, bangun sebelum matahari terbit bukan sekadar mengikuti jadwal kegiatan perkemahan. Kebiasaan tersebut menjadi latihan untuk membangun tanggung jawab terhadap waktu, membiasakan diri menjalankan kewajiban sebagai umat Islam, serta menumbuhkan kesadaran bahwa ibadah merupakan bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.

Salat Subuh berjamaah menjadi salah satu momentum untuk memperkuat karakter Pandu Athfal. Selain melatih kedisiplinan dan kemandirian, kegiatan ini mengajarkan pentingnya kebersamaan serta tanggung jawab dalam menjalankan kewajiban. Nilai-nilai tersebut selaras dengan tujuan kepanduan Hizbul Wathan dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Ceria Pandu Athfal (CPA) 2026 diselenggarakan oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Lamongan selama tiga hari, Jumat–Ahad (23–25/10/2026), di Lapangan Tlogo Ploso.

Melalui pembiasaan salat Subuh berjamaah, CPA 2026 tidak hanya menjadi ajang untuk bergembira dan belajar melalui aktivitas kepanduan, tetapi juga menjadi ruang pendidikan karakter dan spiritualitas. Keterlibatan DSD Lamongan dalam membangunkan peserta diharapkan membantu menumbuhkan kebiasaan beribadah, disiplin, dan tanggung jawab yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Penulis : Fathan Faris Saputro

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Malam Pertama CPA 2026 Makin Semarak, Gebyar Seni Pandu Athfal Hadirkan Keceriaan

Next Post

Ngopag di CPA 2026, Secangkir Kopi Hangatkan Suasana Perkemahan

Read next
0
Share