MuhammadiyahLamongan.com – Suasana pagi di area perkemahan Ceria Pandu Athfal (CPA) 2026 di Lapangan Tlogo Ploso, Desa Payaman, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (24/10/2026), terasa hangat. Di tengah aktivitas perkemahan, pembina Hizbul Wathan (HW) menikmati ngopi pagi (ngopag) sambil berbincang santai untuk mempererat kebersamaan.
Salah satunya adalah M. Alim Akbar, pembina HW dari SD Muhammadiyah 2 Babat. Ia memanfaatkan suasana pagi di area perkemahan untuk menikmati secangkir kopi. Momen tersebut menjadi kesempatan untuk beristirahat sejenak setelah mengikuti rangkaian kegiatan CPA 2026.
“Ngopi pagi seperti ini menjadi momen yang menyenangkan di tengah kegiatan perkemahan. Kami bisa duduk, berbincang santai, dan saling mengenal lebih dekat dengan pembina dari sekolah lain. Selain menikmati suasana pagi, kebersamaan seperti ini juga membuat hubungan persaudaraan di lingkungan Hizbul Wathan semakin erat,” ujar M. Alim Akbar.
Menurutnya, kegiatan perkemahan tidak hanya memberikan pengalaman bagi Pandu Athfal melalui berbagai aktivitas kepanduan, tetapi juga menghadirkan ruang silaturahmi bagi para pembina. Melalui interaksi sederhana, mereka dapat berbagi cerita dan pengalaman selama mendampingi kegiatan kepanduan di sekolah masing-masing.
“Bagi saya, CPA bukan hanya tentang kegiatan dan agenda perkemahan. Ada nilai silaturahmi, kekompakan, dan semangat untuk terus belajar bersama. Harapannya, kebersamaan yang terbangun di sini bisa terus terjaga meskipun kegiatan perkemahan sudah selesai,” tambahnya.
Di antara tenda-tenda yang berdiri di Lapangan Tlogo Ploso, ngopag menjadi bagian dari suasana santai yang mewarnai kehidupan perkemahan. Percakapan ringan ditemani secangkir kopi menghadirkan ruang kebersamaan di luar agenda resmi, sekaligus mempererat hubungan antarpembina HW dari berbagai sekolah.
Ceria Pandu Athfal (CPA) 2026 diselenggarakan oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Lamongan selama tiga hari, Jumat–Ahad (23–25/10/2026), di Lapangan Tlogo Ploso, Desa Payaman, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan.
Melalui ngopag, CPA 2026 tidak hanya menghadirkan pengalaman kepanduan di alam terbuka, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat persaudaraan. Dari secangkir kopi dan percakapan sederhana, keakraban antarpembina tumbuh menjadi bagian dari cerita kebersamaan selama perkemahan. (*)
Penulis : Fathan Faris Saputro