Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

CPA 2026 Jadi Ruang Belajar di Alam Terbuka bagi Pandu Athfal SD Musari

MuhammadiyahLamongan.com – Sebanyak 22 murid SD Muhammadiyah 1 Turi (SD Musari) mengikuti Ceria Pandu Athfal (CPA) 2026 yang diselenggarakan Kwartir Daerah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kabupaten Lamongan pada 23–25 Oktober 2026 di Lapangan Tlogo Ploso, Payaman, Solokuro, Lamongan. Bagi mereka, kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan kesempatan untuk belajar, membangun keberanian, dan memperoleh pengalaman baru di luar lingkungan sekolah.

Kontingen SD Musari terdiri atas 1 kuntum putra dan 1 kuntum putri. Keikutsertaan mereka menjadi bagian dari upaya sekolah memberikan pengalaman belajar yang lebih luas melalui kegiatan kepanduan. Di tengah rangkaian kegiatan, para murid berkesempatan mempererat persahabatan, melatih kemandirian, sekaligus mengasah kemampuan yang selama ini dipelajari dalam kegiatan Hizbul Wathan di sekolah.

Sejak awal kegiatan, antusiasme para pandu athfal tampak dalam setiap aktivitas yang diikuti. CPA menjadi ruang bagi mereka untuk mencoba hal-hal baru, menguji keberanian, serta belajar bekerja sama dengan teman-teman. Pengalaman tersebut melengkapi pembelajaran di kelas yang selama ini mereka jalani.

Bagi SD Musari, CPA 2026 juga menjadi keikutsertaan yang kedua. Pengalaman pada penyelenggaraan sebelumnya menjadi bekal bagi para murid untuk lebih percaya diri dan siap mengikuti berbagai kegiatan bersama pandu athfal dari sekolah lain.

Salah satu peserta, Hamizan, murid kelas V, mengaku senang dapat mengikuti CPA 2026. Ia merasakan banyak pengalaman baru yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran sehari-hari di kelas.

“Senang sekali bisa ikut CPA. Banyak pengalaman baru yang saya dapatkan. Saya juga bisa mengikuti kegiatan bersama teman-teman dan belajar hal-hal baru,” ungkap Hamizan.

Pengalaman serupa dirasakan Alifa, murid kelas IV. Ia mengaku bangga menjadi bagian dari kontingen SD Musari dan bersemangat mengikuti berbagai perlombaan yang diselenggarakan selama kegiatan.

“Bagi saya, ini pengalaman yang menyenangkan. Saya senang bisa ikut lomba dan ingin mengikuti setiap kegiatan dengan semangat,” tutur Alifa.

Sementara itu, Farikhana, guru SD Muhammadiyah 1 Turi sekaligus Ketua Kwartir Cabang Hizbul Wathan Turi, menilai CPA sebagai kegiatan yang penting bagi perkembangan karakter anak. Menurut dia, kegiatan kepanduan memberikan ruang bagi murid untuk mengenal nilai-nilai kepanduan sekaligus mempraktikkannya melalui pengalaman langsung.

“CPA menjadi kesempatan berharga bagi siswa untuk mengenal, memahami, dan belajar di luar kelas. Anak-anak tidak hanya mengikuti kompetisi, tetapi juga belajar mandiri, melatih keberanian, membangun kerja sama, dan menghargai teman-temannya,” jelas Farikhana.

Ia berharap pengalaman selama CPA dapat menjadi bekal bagi para murid dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Keberanian untuk mencoba, semangat mengikuti kegiatan, dan kemauan untuk terus belajar merupakan nilai-nilai yang perlu ditumbuhkan dalam diri setiap pandu athfal.

Bagi SD Musari, keberhasilan mengikuti CPA tidak semata-mata diukur dari hasil perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari proses pendidikan karakter yang mengajak anak-anak belajar melalui pengalaman nyata, membangun rasa percaya diri, dan menumbuhkan semangat kebersamaan.

Melalui CPA 2026, Qobilah SD Musari berharap dapat terus berpartisipasi dalam berbagai kegiatan Hizbul Wathan. Pengalaman tersebut diharapkan turut membentuk generasi yang mandiri, berani, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi sesama. (*)

Penulis : Moch. Muzaki | Editor : Fathan Faris Saputro

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Pagi Ceria di Tlogo Ploso, Ribuan Pandu Athfal Semangat Ikuti Senam CPA 2026

Next Post

Hari Kedua CPA 2026, Pandu Athfal Adu Ketepatan Bidikan di Arena Panah

Read next
0
Share