MuhammadiyahLamongan.com – Kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan mewarnai hari kedua Ceria Pandu Athfal (CPA) 2026 melalui lomba daur ulang yang digelar di Perguruan Muhammadiyah Palirangan, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (24/10/2026). Dalam perlombaan ini, para Pandu Athfal ditantang mengolah sampah plastik menjadi tas kreatif yang memiliki nilai guna.
Lomba daur ulang menjadi salah satu kegiatan edukatif dalam rangkaian CPA 2026 yang diselenggarakan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Lamongan. Setiap qobilah mengirimkan dua anak sebagai peserta. Mereka harus membuat tas dari sampah plastik dengan memulai seluruh proses pengerjaan dari nol di lokasi perlombaan.
Berbeda dengan lomba yang memperbolehkan peserta membawa hasil karya dari rumah, perlombaan ini menuntut peserta menunjukkan kemampuan dan kreativitas secara langsung. Seluruh proses pembuatan tas dilakukan di tempat dengan waktu pengerjaan selama dua jam. Peserta harus mampu mengatur waktu, menentukan desain, menyiapkan bahan, hingga merangkai sampah plastik menjadi produk yang dapat digunakan.
Suasana perlombaan berlangsung penuh semangat. Para peserta tampak berkonsentrasi mengolah bahan plastik menjadi tas sesuai kreativitas masing-masing. Mereka dituntut mampu bekerja sama, membagi tugas, serta mencari cara agar bahan yang semula dianggap tidak berguna dapat disulap menjadi karya yang menarik dan bermanfaat.
Lomba ini tidak sekadar menguji keterampilan tangan, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kreatif dan pemecahan masalah. Peserta perlu menentukan bentuk tas, memilih bahan yang sesuai, serta memastikan setiap bagian dapat dirangkai dengan baik. Keterbatasan waktu menjadi tantangan tersendiri yang mendorong mereka bekerja secara efektif tanpa mengabaikan kualitas hasil karya.
Melalui kegiatan ini, para Pandu Athfal diajak memahami bahwa sampah plastik tidak selalu berakhir sebagai limbah yang mencemari lingkungan. Dengan kreativitas dan pengolahan yang tepat, bahan bekas dapat dimanfaatkan kembali menjadi barang yang memiliki nilai guna. Pesan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan mengurangi sampah sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sejak usia dini.
Selain menanamkan kesadaran lingkungan, lomba daur ulang juga menjadi sarana pembentukan karakter. Peserta belajar bertanggung jawab terhadap tugas, menghargai ide teman, bekerja sama, dan menyelesaikan tantangan secara mandiri. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan pendidikan kepanduan Hizbul Wathan yang mengedepankan pembentukan pribadi yang terampil, kreatif, mandiri, dan peduli terhadap sesama maupun lingkungan.
Ketua Kwarda HW Lamongan, M. Sande Ariawan, M.Pd., menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan CPA 2026 dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mendidik bagi para Pandu Athfal. Melalui lomba daur ulang, peserta tidak hanya mengembangkan keterampilan, tetapi juga diajak mengenali pentingnya menjaga kebersihan dan memanfaatkan barang bekas secara kreatif.
“Melalui lomba daur ulang ini, kami ingin menanamkan kesadaran kepada anak-anak bahwa sampah plastik bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Mereka belajar berkreasi, bekerja sama, dan menyelesaikan tantangan dalam waktu yang ditentukan. Harapannya, kepedulian terhadap lingkungan ini tidak berhenti di arena perlombaan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Lomba daur ulang menjadi bukti bahwa pendidikan kepanduan dapat dikemas melalui aktivitas kreatif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dari sampah plastik yang kerap dipandang sebelah mata, para Pandu Athfal belajar bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana, yakni mengurangi sampah dan memberinya kehidupan baru melalui karya yang bermanfaat.
CPA 2026 diselenggarakan Kwarda HW Lamongan selama tiga hari, Jumat–Ahad (23–25/10/2026), dengan pusat kegiatan perkemahan di Lapangan Tlogo Ploso, Desa Payaman, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan. (*)
Penulis : Fathan Faris Saputro