Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Siapkan Kader Sejak Dini, Santri PP Al Mizan Lamongan Adakan Muhadharah

MuhammadiyahLamongan.com – Pondok Al Mizan Muhammadiyah Lamongan mengadakan pembukaan Muhadharah yang bertempat di Masjid Al Ghoihab Al Mizan Muhammadiyah Lamongan, pada hari Rabu, (11/8/2021) malam

Di dalam kamus Al Munawir, Muhadharah berasal dari bahasa Arab, yaitu al-muhadharatu yang berarti ceramah atau kuliah. Sebagaimana dipahami bahwa definisi Muhadharah diidentikan dengan kegiatan atau latihan pidato atau ceramah yang ditekankan pada skill siswa.

Muhadharah adalah salah satu bentuk pengkaderan yang ada di pondok Al Mizan, yang bertujuan untuk membentuk karakter santri agar menjadi kader Ulama, mubaligh, dan pemimpin. Seperti apa yang di cita citakan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan.

Dikesempatan itu, Ketua kajian Dakwah Islam (KDI) Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) ALMIZAN putra.

Dicky Hikam, mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT, atas limpahan rahmat, nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga kita bisa melaksanakan acara pembukaan Muhadharah pada hari ini.

Semoga dengan dibukanya acara ini, menjadi salah satu langkah dalam mencapai cita cita Al Mizan yaitu kaderisasi ulama,mubaligh, dan pemimpin.

Dari sinilah kita di ajari belajar berbicara di depan, karena di Al Mizan ini dididik untuk menjadi calon ulama mubaligh dan pemimpin. Ujarnya

Sambungnya, niatkan mondok di Al Mizan ini untuk menuntut ilmu, Karena hukumnya adalah wajib bagi kaum muslim. Apalagi kita menjadi santri yang biasanya belajar ilmu agama.

Dicky Hikam berharap semoga Muhadhoro inienjadi lebih baik dan lebih maju kedepanya. Ujar Ketua KDI PR IPM Al Miza Putra.

Ketua umum PR IPM Al Mizan putra, Muhammad Adib nashiruddin mengucapkan,
Selamat datang kepada santri baru dilingkungan baru, yang mungkin berbeda dengan kehidupan santr baru sebelumnya.

Manfaatkanlah Muhadhoro di Pondok ini dengan sebaik baiknya, Karena kita hidup di pondok ini tujuanya sama yaitu belajar bersama dan menuntut ilmu bersama.

Kalau kita ingin menjadi orang yang sukses maka kita harus belajar dengan sungguh sungguh. Tuturnya

Lanjut dia, Kalau keluar dari Al Mizan maka harus menjadi orang yang berguna dan orang yang sukses. Jangan sampai ketika sudah keluar dari Al Mizan tidak berguna di masyarakat dan tidak menjadi apa apa.

Kita lihat ulama’ besar yang bisa ceramah di depan umum. Itu semuanya didapat dari hal yang kecil dan itu semua butuh latihan dan proses yang panjang. Kita harus belajar dari hal itu.

Muhammad Adib berpesan, tetap semangat, tetap belajar dan tetap niatkan kepada Allah, dan tetap mentaati peraturan peraturan yang ada di Muhadhoro.Turur Ketua PR IPM Al Mizan Putra

Musyrif KDI Ust Mutaqin S.Ag dalam sambutanya mengatakan, Pada malam hari ini merupakan malam yang pertama diadakanya Muhadharah bagi santri baru. Yang dulunya Muhadhoro di adakan Malam Jumat dan malam Senin. Tetapi sekarang berbeda dari sebelumnya, sekarang berubah menjadi malam Kamis dan malam Senin.

Sebagaiamana yang kita ketahui Al Mizan ini sebagai tempat kader ulama, Mubalgih, dan pemimpin. Makanya dalam Muhadharah ini salah satu bentuk almizan untuk mencetak kader terbaik.

Ada tiga hal agar menjadi kader mubaligh yang militan.

Pertama, Hilangkan rasa minder dari diri kita, belum dimulai kultum tapi sudah minder. Inilah yang mempengarui kita tidak percaya diri disaat berada di depan.

Kedua, mempersiapkan materi dengan baik.

Walaupun Muhadhoro ini sebagai latihan. Tapi persiapkan Muhadharah ini dengan sebaik-baiknya.

Ketiga, melihat wajah wajah para (mustami’) pendengar.

Kita lihat wajahnya pendengar satu persatu.karena itu dalam rangkah menyakinkan pendengar bahwa yang kita sampaikan itu adalah benar.

Karena ada banyak orang, ketika berbicara didepan tidak melihat wajahnya hadirin, cuma melihat bawah. Bahkan ada yang sampai gemetaran. Tutur Musyrif KDI

Dan jangan lupa berdoa seperti yang di ajarkan nabi Musa A.S
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Artinya: Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku” (QS. Thoha: 25-28). (Alfain Jalaluddin Ramadlan)

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Tapak Suci Harus Mandiri Dalam Pendanaan, Berkegiatan, Maupun Berorganisasi

Next Post

Siapkan Kader Terbaik, Dewan Asatidz Dampingi Muhadharah

Read next
0
Share