MuhammadiyahLamongan.com -Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Lamongan (ITBADLA) suasana haru, bangga, dan penuh rasa syukur menyelimuti Auditorium Asy-Syifa Lamongan, tempat diselenggarakannya Yudisium Akhir Tahun Akademik 2024/2025, Sabtu (14/6/2025).
Ratusan mahasiswa dari berbagai program studi mulai dari jenjang Diploma, Sarjana, hingga Pascasarjana secara resmi dikukuhkan sebagai lulusan, menandai akhir dari perjalanan akademik mereka dan awal dari babak baru sebagai insan intelektual di tengah masyarakat.
Yudisium yang berlangsung khidmat ini tidak hanya menjadi momen seremonial pengukuhan gelar akademik, tetapi juga ajang refleksi kolektif bagi para peserta. Tepuk tangan, tangis haru, dan pelukan hangat mewarnai setiap sudut ruangan, menghadirkan atmosfer emosional yang tak mudah dilupakan.
Namun di balik gegap gempita prosesi, muncul suara yang membawa dimensi pemikiran lebih dalam dari sekadar perayaan sebuah suara reflektif dari perwakilan lulusan Pascasarjana, Ali Musta’in, S.M., M.M.
Dalam wawancara usai acara, Musta’in sapaan akrabnya menyampaikan pandangan kritis sekaligus harapannya terhadap para lulusan, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional yang semakin kompleks. Ia menyinggung tingginya angka pemutusan hubungan kerja (PHK), meningkatnya pengangguran, serta ketimpangan ekonomi yang kian nyata di tengah laju transformasi digital yang pesat.
“Kami memang resmi lulus hari ini, tapi di luar sana, banyak saudara kita yang justru kehilangan pekerjaan. Di tengah kebanggaan ini, kita diingatkan bahwa kelulusan bukan akhir, melainkan awal dari sebuah pengabdian. Tugas kita bukan hanya mencari kerja, tapi menciptakan peluang kerja yang adil dan manusiawi.” Ujarnya.
Musta’in, juga mengutip pemikiran Bung Hatta, salah satu proklamator dan pemikir ekonomi Indonesia, yang menurutnya sangat relevan dengan kondisi hari ini.
“Perekonomian tidak bisa diserahkan kepada satu golongan saja. Ia harus menjadi usaha bersama, berdasarkan asas kekeluargaan,” kutipnya.
Bagi Musta’in, semangat ini harus menjadi pondasi moral lulusan ITBADLA dalam berkiprah di tengah masyarakat. Kolaborasi, kewirausahaan sosial, serta keberpihakan terhadap ekonomi rakyat menjadi prinsip-prinsip yang harus dijunjung tinggi oleh generasi akademik hari ini.
Ia menambahkan satu lagi kutipan tajam dari Bung Hatta yang menggugah kesadaran kolektif,
“Selama ekonomi Indonesia masih tergantung pada modal asing dan hasilnya tidak kembali ke rakyat, maka kemerdekaan hanyalah slogan.”tambah Musta’in
Lulusan hari ini harus mampu memperjuangkan ekonomi yang mandiri dan berpihak pada rakyat. Mari kita tumbuhkan semangat kewirausahaan berbasis nilai dan kebermanfaatan, bukan sekadar profit semata.
Acara yudisium kemudian dilanjutkan dengan prosesi penyerahan plakat kelulusan kepada para perwakilan mahasiswa, diiringi musik instrumental yang menyentuh hati.
Momen ini menjadi puncak haru ketika nama-nama dipanggil satu per satu, dan tepuk tangan bergema sebagai simbol apresiasi atas perjuangan panjang yang telah dilalui.
Acara ditutup dengan doa bersama, sebagai bentuk syukur atas pencapaian para lulusan dan harapan agar mereka mampu membawa cahaya pengetahuan dan integritas di mana pun mereka berkiprah.
Sebuah akhir yang penuh makna, sekaligus awal dari komitmen panjang untuk membawa perubahan bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi masyarakat dan bangsa.
Penulis Dadang Wiratama Editor Lim