Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

SD Muhammadiyah 1 Turi Tanamkan Jiwa Wirausaha Sejak Dini

MuhammadiyahLamongan.com– Suasana SD Muhammadiyah 1 Turi pagi itu tampak begitu meriah dan penuh semangat. Dalam rangkaian kegiatan “Jumat Seru”, sekolah mengadakan agenda rutin bertajuk “Belajar Menjadi Pengusaha Cilik” yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 4. Jumat (24/10/2025)

Kegiatan ini juga dihadiri oleh siswa dari TK dan PAUD ABA Turi yang tampak antusias menyaksikan kakak-kakak mereka berjualan hasil karya sendiri dalam bazar mini yang diadakan di halaman sekolah.

Kegiatan yang digelar rutin setiap tiga pekan sekali ini merupakan bagian dari program pembelajaran berbasis karakter dan kemandirian yang diusung oleh SD Muhammadiyah 1 Turi.

Menurut Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Turi, Laila Nur Hidayatiningtyas kegiatan ini bukan sekadar latihan jual beli, melainkan proses pembelajaran nyata yang mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan karakter dengan keterampilan hidup.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar bagaimana merencanakan, bekerja sama, memproduksi, memasarkan, hingga menghitung hasil penjualan. Kami ingin menumbuhkan jiwa wirausaha yang jujur, kreatif, dan berkarakter Islami sejak dini,” ungkapnya.

Pada kegiatan Pengusaha Cilik kali ini, setiap kelas menampilkan bazar dengan beragam produk hasil kreasi siswa dan guru pendamping. Mulai dari makanan sehat seperti pisang lumer, puding cokelat, roti isi sayur, hingga jasuke, semuanya disajikan dengan menarik. Sementara kelas lain menampilkan minuman tradisional sehat dan cemilan olahan sederhana yang mereka buat bersama di sekolah.

Sebelum bazar dibuka, siswa terlebih dahulu mengikuti sesi sosialisasi ringan tentang makna wirausaha dan pentingnya kejujuran dalam berdagang. Guru membimbing mereka untuk memahami nilai-nilai etika bisnis, seperti tidak menipu harga, melayani dengan ramah, dan bekerja sama dalam tim.

Kegiatan bazar dimulai pukul 08.00 pagi. Anak-anak dari TK dan PAUD ABA Turi tampak antusias berkeliling stan bazar, membeli produk dari kakak-kakak SD yang melayani dengan penuh senyum. Momen interaksi ini menjadi sarana pembelajaran sosial yang berharga, menumbuhkan rasa percaya diri dan tanggung jawab pada diri siswa.

“Kami ingin anak-anak belajar langsung dari pengalaman. Mereka belajar menghitung modal, mengatur keuangan, bekerja sama, hingga berani tampil dan mempromosikan produknya sendiri. Semua ini melatih kemandirian dan tanggung jawab,” ujarnya.

Setelah kegiatan berakhir, guru mengajak setiap kelompok siswa untuk menghitung hasil penjualan. Anak-anak diajarkan cara membedakan antara modal, pendapatan, dan keuntungan. Selain itu, mereka juga diajak untuk berbagi sebagian hasil penjualan untuk kegiatan sosial sekolah, sebagai bentuk pembiasaan berbagi rezeki dan empati sosial.

“Kami ingin kegiatan ini terus berjalan dan berkembang. Anak-anak bukan hanya belajar mencari untung, tetapi juga belajar nilai kejujuran, kerja keras, dan berbagi. Itulah semangat entrepreneur sejati yang ingin kami tanamkan,” pungkasnya.

Melalui program ini, sekolah ingin menanamkan jiwa entrepreneur sejak dini, agar siswa memiliki semangat kemandirian, tanggung jawab, serta kreativitas dalam menciptakan peluang dan mengelola hasil karya.

Penulis Arrum Hajar Editor Lim

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

MDMC Lamongan Sosialisasi Kebencanaan Pada Siswa Al Mizan Lamongan

Next Post

SD Muhammadiyah 1 Turi Melalui Senam Bentuk Karakter dan Kesehatan Sejak Dini

Read next
0
Share