MuhammadiyahLamongan.com – Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) di MI Muhammadiyah 1 Plabuhanrejo resmi ditutup pada Jumat (18/07/2025) dengan kegiatan yang penuh keceriaan dan kehangatan. Kegiatan FORTASI yang telah berlangsung sejak Senin (14/07/2025) ini ditutup dengan acara spesial bertajuk “Bermain Bersama Mama”, melibatkan para ibu dari siswa kelas I.
Sebanyak 22 ibu siswa turut hadir dan meramaikan hari terakhir FORTASI. Dalam suasana bahagia dan penuh keakraban, para ibu diajak bermain bersama putra-putri mereka. Permainan pertama bertajuk “Di Mana Aku, Mama?” menguji kedekatan emosional antara ibu dan anak. Setiap anak dimasukkan ke dalam sarung hingga hanya tampak bagian mata, kemudian para ibu diminta mencari anaknya tanpa melihat wajah atau mendengar suara.
Permainan ini berlangsung seru dan mengundang tawa karena ada beberapa ibu yang kesulitan mengenali anaknya. Namun, pada akhirnya semua ibu berhasil menemukan anaknya dan momen tersebut diakhiri dengan senyum dan pelukan hangat antara ibu dan anak.
Permainan kedua, “Mama, Ini Aku”, tak kalah menarik. Dalam permainan ini, anak-anak bergantian memanggil “Mama” dari belakang barisan ibu yang membelakangi mereka. Para ibu diminta menebak suara anaknya dan berbalik jika merasa yakin. Ternyata, ada lima ibu yang tidak mengenali suara anaknya hingga panggilan terakhir.
“Diadakannya permainan ini bertujuan untuk mempererat kedekatan anak dengan ibunya serta menumbuhkan semangat belajar siswa di MI,” ujar Kepala Madrasah, Lusianah, S.Pd.
Sebagai penutup, dilakukan penerbangan balon udara yang berisi tulisan cita-cita setiap siswa. Acara ini menjadi simbol berakhirnya FORTASI 2025. Setiap anak didampingi ibunya saat balon diterbangkan, sementara Kepala Madrasah memegang lima balon yang berisi cita-cita besar MI Muhammadiyah 1 Plabuhanrejo. Dalam hitungan mundur, balon diterbangkan diiringi suara sirene dan tepuk tangan meriah.
Kegiatan penutupan ini berlangsung sangat semarak. Anak-anak terlihat antusias dan bahagia menikmati setiap momennya. (*)
Penulis Eka Arifatur Rachmah. Editor Fathan Faris Saputro.