Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Dari Malaysia ke Lamongan: Muhammad Ali Imran Tegaskan Dakwah Tak Mengenal Batas

MuhammadiyahLamongan.com – Himpunan Pekerja Muhammadiyah Solokuro (HPMS) kembali menunjukkan semangat kebersamaan dan kekuatan ukhuwah yang luar biasa melalui penyelenggaraan acara Halalbihalal yang menjadi bagian dari kegiatan Safari Dakwah Gresik Lamongan (Greslah) 2. Acara ini terselenggara atas kerja sama dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia dan berlangsung di Aula PAUD Percontohan ‘Aisyiyah Solokuro pada Rabu (9/4/2025). Nuansa kebersamaan dan semangat dakwah terasa begitu kuat sejak awal hingga akhir acara.

Acara ini terasa istimewa karena tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi panggung untuk menampilkan potensi dan kreativitas lokal. Suasana semakin semarak dengan penampilan dari Drumband Gita Tunas Melati, Jaran Jinggo Satya Manggala, Paduan Suara Dinar Voice, serta atraksi Tapak Suci yang membangkitkan semangat para hadirin. Kebersamaan warga Muhammadiyah Solokuro begitu terasa, memperkuat semangat kolektif dalam menjalankan nilai-nilai Islam berkemajuan.

Kehadiran tokoh penting seperti Ketua PCIM Malaysia periode 2022–2024, Ustaz Muhammad Ali Imran, Lc., M.A., dan Ketua Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Malaysia periode 2022–2024, Ustazah Silmi Fitri, S.S., semakin memperkaya makna acara. Dalam sambutannya, Ustaz Muhammad Ali Imran menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas sambutan hangat dari warga Muhammadiyah Solokuro. Ia mengenang perjalanan panjang dakwahnya bersama para pekerja migran Indonesia di Malaysia yang telah ia dampingi sejak tahun 2012. Perjalanan tersebut, menurutnya, telah menumbuhkan rasa kekeluargaan yang erat dan menjembatani jarak geografis antara Malaysia dan Indonesia, khususnya Lamongan.

“Kami merasa seperti keluarga, bukan orang asing. Hubungan ini semakin menguatkan ikatan silaturahmi antara Malaysia dan tanah air, khususnya Lamongan,” ungkapnya dengan penuh haru. Ia juga menyoroti kontribusi besar dari paguyuban-paguyuban asal Indonesia—terutama dari Lamongan—dalam memperkuat eksistensi Muhammadiyah di negeri jiran. Semangat gotong royong, kebersamaan, dan keikhlasan dari para kader serta simpatisan Muhammadiyah menjadi motor penggerak dakwah yang terus berkembang, baik di Malaysia maupun di tanah air.

Tak lupa, Ustaz Ali Imran menekankan pentingnya nilai fastabiqul khairat—berlomba-lomba dalam kebaikan—yang menurutnya telah dihidupkan dengan baik di berbagai desa yang ia kunjungi. “Desa-desa yang saya kunjungi semuanya mengamalkan fastabiqul khairat. Mereka berlomba-lomba dalam kebaikan meskipun masing-masing ranting dan amal usahanya sudah cukup besar,” ujarnya dengan kagum. Ia menambahkan bahwa meskipun Muhammadiyah lahir di Yogyakarta, kader-kader militan dan penuh semangat justru banyak tumbuh di Lamongan, membuktikan bahwa kekuatan gerakan ini tersebar luas dan tumbuh dengan semangat lokal yang kuat.

Dalam tausiah-nya, Ustaz Ali Imran mengutip Surah Thaha ayat 42 yang mengisahkan perintah Allah kepada Nabi Musa dan Harun untuk berdakwah kepada Fir‘aun. Ayat tersebut menjadi refleksi dakwah Muhammadiyah, dengan lima pesan penting yang bisa diambil darinya. Pertama, hidup perlu bergerak dan tidak terjebak dalam zona nyaman. Kedua, perjuangan dakwah tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus secara berjemaah. Ia mengutip peribahasa, “Kalau kita mau berjalan cepat, berjalanlah sendiri; kalau kita mau berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama.” Ketiga, pentingnya memiliki landasan ideologis yang kuat, sebagaimana telah ditanfidz oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Keempat, seorang kader Muhammadiyah tidak boleh lalai; harus teguh dan istiqamah. Terakhir, seluruh gerak dakwah harus dilandasi dengan niat yang tulus karena Allah semata.

Rangkaian acara ini menjadi bukti bahwa ukhuwah Islamiyah dan semangat fastabiqul khairat bukan hanya slogan, melainkan telah menjadi bagian dari kehidupan dan gerakan dakwah Muhammadiyah yang nyata. Melalui acara ini, HPMS bersama PCIM Malaysia tidak hanya mempererat hubungan antarsesama warga, tetapi juga memperkuat komitmen bersama untuk terus bergerak dalam dakwah Islam berkemajuan—baik di dalam negeri maupun di mancanegara. (*)

Reporter Fathan Faris Saputro

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

MadtsaMutu Ikuti Apel Bersama dan Halalbihalal Semua Lembaga Pendidikan Ponpes Modern Paciran

Next Post

Gelar Halalbihalal 1446 H, UMLA Perkuat Silaturahmi dengan Semangat Kebersamaan dan Etos Kerja

Read next
0
Share