MuhammadiyahLamongan.com– SD Muhammadiyah 1 Karanggeneng (SD Musaka) kembali menggelar Semarak Qurban V dengan tema “Qurban Ceria, Ilmu Bertambah, Silaturahmi Menguat di SD Musaka” pada Sabtu (30/5/2026). Kegiatan yang berlangsung meriah ini diikuti oleh seluruh keluarga besar SD Musaka sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai keislaman dan semangat berqurban kepada murid.
Salah satu kegiatan spesial dalam Semarak Qurban V tahun ini adalah Dongeng Islami yang dibawakan langsung oleh seorang pendongeng profesional dari Sanggar Dongeng Indonesia, yaitu Kak Widi. Kehadirannya menjadi daya tarik tersendiri bagi para murid yang tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara.
Kegiatan bertempat di lantai 1 Masjid Al-Muttaqin Karanggeneng, kegiatan berlangsung dengan khidmat sekaligus penuh keceriaan. Sebelum memasuki sesi dongeng, Kak Widi mengajak seluruh peserta mengikuti berbagai permainan dan ice breaking yang membuat suasana semakin hidup. Anak-anak terlihat bersemangat, fokus, dan menikmati kegiatan dari awal hingga akhir.
Dalam kesempatan tersebut, Kak Widi membawakan dongeng bertema “Domba untuk Hari Qurban”. Melalui gaya bertutur yang ekspresif dan interaktif, ia mengajak para murid memahami makna qurban melalui kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang dengan penuh ketaatan bersedia menjalankan perintah Allah SWT untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS.
Agar lebih mudah dipahami anak-anak, kisah tersebut dikemas dalam perumpamaan kehidupan sehari-hari, yakni tentang seseorang yang merawat seekor kambing dengan penuh kasih sayang, kemudian belajar mengikhlaskannya untuk berqurban karena mengharap ridha Allah SWT.
“Qurban mengajarkan kita tentang keikhlasan. Kadang yang paling sulit bukan memberi, tetapi merelakan sesuatu yang kita sayangi. Melalui cerita ini, saya ingin anak-anak memahami bahwa setiap pengorbanan yang dilakukan karena Allah akan membawa kebaikan dan keberkahan,” ujar Kak Widi.
Pesan-pesan yang disampaikan dalam dongeng tersebut berhasil menyentuh hati para murid. Mereka tidak hanya mendengarkan cerita, tetapi juga diajak merenungkan nilai keikhlasan, ketaatan, dan kepedulian terhadap sesama.
Salah satu peserta, Anum, murid kelas II SD Musaka, mengaku sangat senang mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya senang sekali mendengarkan cerita Kak Widi. Ceritanya lucu, seru, dan mudah dimengerti. Saya jadi tahu kalau berqurban itu harus ikhlas dan kita harus mau berbagi dengan orang lain,” ungkap Anum dengan wajah ceria.
Melalui kegiatan Dongeng Islami ini, SD Musaka berharap nilai-nilai qurban tidak hanya dipahami sebagai ibadah tahunan, tetapi juga menjadi pembelajaran karakter yang tertanam dalam kehidupan sehari-hari murid.
Semarak Qurban V menjadi momentum berharga untuk menumbuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki hati yang lembut, jiwa yang peduli, dan semangat berbagi kepada sesama. Harapannya, pesan-pesan kebaikan yang disampaikan melalui dongeng tersebut dapat terus hidup dalam diri anak-anak, sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang ikhlas, berakhlak mulia, serta senantiasa meneladani nilai-nilai pengorbanan yang diajarkan dalam Islam.
Dengan semangat qurban yang penuh makna, SD Musaka terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang menyenangkan, menginspirasi, dan membentuk karakter Islami bagi generasi masa depan.
Penulis: Apriliana Rosidatul Islamiyah, Editor: Ma’in