Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

FORTASI MTs Mutif Hadirkan Orientasi Sekolah yang Ceria, Kreatif, dan Menghargai Keberagaman

MuhammadiyahLamongan.com – Semangat kebinekaan dan kreativitas mewarnai hari pertama Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) 2026 yang digelar Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) MTs Muhammadiyah 25 Brondong (MTs Mutif), Selasa (14/7/2026). Mengusung tema nasional “Gembira Berkarya”, kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta didik baru untuk saling mengenal, berkreasi, sekaligus menumbuhkan sikap saling menghargai dalam keberagaman.

FORTASI berlangsung selama tiga hari. Sejak pagi, suasana di Perguruan Muhammadiyah Brondong tampak berbeda. Puluhan peserta didik baru dari MI Muhammadiyah 6 Brondong dan MTs Muhammadiyah 25 Brondong hadir mengenakan kostum sesuai tema orientasi masing-masing. Di pintu gerbang, panitia dari PR IPM menyambut mereka dengan senyum dan sapaan hangat.

Kegiatan diawali dengan pembiasaan pagi di Musala Ulul Albab melalui tadarus Al-Qur’an dan salat duha. Pembacaan Al-Qur’an dipandu oleh Kayana Tsuraya Dwiyan Syah, sedangkan salat duha diimami oleh Aldila.

Ketua PR IPM MTs Mutif, Zada Ramadhani Ilman, mengatakan bahwa FORTASI tahun ini mengusung tema nasional PP IPM, “Gembira Berkarya”, yang diterjemahkan melalui berbagai aktivitas kreatif.

Menurutnya, FORTASI tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan madrasah, tetapi juga wadah bagi peserta didik baru untuk mengekspresikan potensi dan kreativitas sejak hari pertama. Hal itu diwujudkan melalui pembuatan kostum harian, video perkenalan, hingga berbagai penampilan seni.

Pada hari pertama, panitia menetapkan tema kostum “Bhinneka Tunggal Ika”. Seluruh peserta didik baru diminta berkreasi memanfaatkan pakaian atau bahan yang dimiliki di rumah untuk diwujudkan menjadi busana adat Nusantara.

Hasilnya, beragam pakaian adat tampil menghiasi halaman madrasah, mulai dari busana Jawa Timur, Jawa Tengah, Madura, Bali, Dayak Kalimantan, hingga Melayu. Sementara itu, seluruh panitia PR IPM tampil kompak mengenakan pakaian khas Lamongan sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya daerah.

Sekretaris PR IPM MTs Mutif, Kayana Tsuraya Dwiyan Syah, menjelaskan bahwa pemilihan tema Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar menampilkan kreativitas, tetapi juga menjadi media pembelajaran tentang pentingnya menghargai perbedaan.

“Peserta didik baru berasal dari berbagai SD dan MI. Melalui tema ini kami ingin mengajak mereka menyadari bahwa meskipun memiliki latar belakang berbeda, semuanya adalah satu keluarga besar MTs Mutif yang harus saling menghormati dan menghargai,” ujarnya.

Salah seorang peserta, Ahmad Bayu Febriyanto, mengaku antusias mengikuti FORTASI. Lulusan MI Muhammadiyah 6 Brondong itu memilih mengenakan pakaian adat Jawa Tengah berupa surjan.

Berbeda dengan Bayu, Uwais Al Qarni tampil mencuri perhatian dengan kostum adat Dayak lengkap beserta gelang, kalung, dan penutup kepala. Ia mengatakan kostum tersebut merupakan hasil kreasi bersama keluarganya.

Selain menampilkan kreativitas melalui busana, peserta juga mengikuti berbagai kegiatan edukatif dalam suasana yang menyenangkan. Kepala MTs Muhammadiyah 25 Brondong, Suaidi, M.Pd., menyampaikan materi pengenalan madrasah, dilanjutkan dengan sesi ice breaking yang dipandu panitia IPM.

Selanjutnya, Ketua Pimpinan Cabang IPM Brondong, M. Farid Ridwan, memberikan materi Ke-IPM-an kepada peserta yang mayoritas berasal dari sekolah non-Muhammadiyah. Dalam kesempatan itu, ia mengenalkan nilai-nilai, budaya organisasi, serta peran IPM sebagai wadah pengembangan kepemimpinan pelajar Muhammadiyah.

“Peserta didik barunya seru dan antusias. Panitia IPM juga tampil kompak dan kreatif,” ujar Farid usai menyampaikan materi.

Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan salat zuhur berjamaah. Setelah peserta didik kembali ke rumah, panitia PR IPM melanjutkan koordinasi untuk mempersiapkan agenda hari kedua.

Sesuai jadwal, peserta akan kembali mengikuti kegiatan dengan tema kostum “Cita-Citaku”, yang diharapkan kembali menghadirkan kreativitas sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri. Melalui FORTASI yang dikemas secara edukatif, inklusif, dan menyenangkan, PR IPM MTs Muhammadiyah 25 Brondong berupaya menghadirkan pengalaman awal bersekolah yang berkesan bagi seluruh peserta didik baru. (*)

Penulis : Firoh Vio | Editor : Fathan Faris Saputro

3
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Apel Ta’aruf Hangat Awali MATAMUDA MI Muhammadiyah Morocalan

Next Post

PRM Brondong Teguhkan Komitmen Pendidikan Lewat Beasiswa pada Apel Akbar Perguruan Muhammadiyah

Read next
0
Share