Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Jejak Kasih dan Senyum Kebahagiaan: Ribuan Perempuan Tangguh Rayakan Milad Aisyiyah ke-109 di Lamongan

MuhammadiyahLamongan.com— Pagi itu, Dome Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) tak sekadar menjadi saksi sebuah perayaan biasa. Gedung megah tersebut berubah menjadi samudra kasih sayang. Ribuan perempuan tangguh—para ibu, nenek, dan generasi muda Aisyiyah dari pelosok-pelosok desa di seantero Kabupaten Lamongan—berkumpul dengan satu tujuan: menyemarakkan Tabligh Akbar Milad Aisyiyah ke-109 yang diselenggarkan oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Lamongan, Ahad (26/7/2026).

Langkah kaki mereka yang mantap, balutan busana khas yang anggun, serta senyum hangat yang saling menyapa, menghadirkan atmosfer kekeluargaan yang membuncah. Di balik guratan wajah para kader sepuh hingga binar mata para pemudi, memancar semangat juang yang tak pernah padam untuk terus berbuat baik bagi sesama.

Sinergi Tokoh untuk Kebaikan Umat

Kemeriahan Tabligh Akbar Milad Aisyiyah ke-109 yang digelar oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Lamongan ini makin terasa istimewa dengan hadirnya tokoh-tokoh penggerak daerah dan nasional, di antaranya:
Dr. H. Shodikin, M.Pd (Ketua PDM Lamongan), Dr. H. Yuhronur Efendi, M.B.A., M.Ek. (Bupati Lamongan), dan Prof. Dr. Mufdhillah, S.ST., M.Sc. (Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Aisyiyah).

Kehadiran para pimpinan ini menjadi simbol betapa gerakan perempuan Aisyiyah senantiasa berandil besar dalam menopang kesejahteraan, pendidikan, dan moralitas masyarakat Lamongan.

Kemeriahan yang Menghidupkan Jiwa dan Ekonomi

Tak ada kesan kaku dalam helatan ini. Di luar ruang utama, pelataran UMLA disulap menjadi ruang kreativitas melalui bazar UMKM binaan Aisyiyah. Produk-produk olahan rumahan, jajanan tradisional, hingga kain dan kerajinan tangan hasil keringat para ibu Aisyiyah ludes dipadati pembeli—membuktikan kekuatan ekonomi kerakyatan yang nyata.

Sementara di dalam gedung, alunan lagu perjuangan dari paduan suara Aisyiyah serta penampilan seni para pelajar Muhammadiyah kerap kali membuat dada bergetar dan mata berkaca-kaca. Gema takbir dan petikan pesan inspiratif dari penceramah disambut tepuk tangan riuh, menegaskan bahwa dakwah bisa disajikan dengan penuh kedamaian dan kegembiraan.

Mengapa Dakwah Kemanusiaan Penting?

Bertajuk “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, kegiatan yang diinisiasi PDA Lamongan ini menyampaikan pesan moral yang begitu edukatif: “Islam bukan hanya tentang seberapa sering kita beribadah secara personal, melainkan seberapa besar manfaat keberadaan kita bagi manusia lainnya.”

Bagi Aisyiyah, dakwah kemanusiaan adalah tentang menolong yang lemah, menyembuhkan yang sakit, mencerdaskan yang awam, dan mendampingi kaum perempuan agar berdaya. Ketika setiap individu merasa dipedulikan dan dihargai, dari situlah kedamaian yang sejati akan merekah di tengah masyarakat.

Menjaga Api Perjuangan hingga Akar Rumput

Milad ke-109 ini bukan sekadar ajang bernostalgia, melainkan momentum cas ulang semangat. Ribuan warga Aisyiyah pulang ke rumah dan desa masing-masing membawa bekal komitmen baru: untuk terus menjadi pencerah, pembawa damai, dan pelopor kebaikan di lingkungan terdekat mereka.

Dari tangan-tangan lembut para ibu Aisyiyah inilah, kebaikan terus mengalir tak terputus—dari rumah tangga, menuju masyarakat, hingga untuk peradaban bangsa.

Penulis: Wasis Budiono, Editor: Ma’in

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

The Ultimate Guide to Free Offline Slot Machine

Next Post

Ideal Cent Port Machines to Play: A Comprehensive Overview

Read next
0
Share