MuhammadiyahLamongan.com – MI Muhammadiyah Sedayulawas terus memperkuat pendidikan karakter melalui edukasi pencegahan perundungan (bullying) yang melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 19 Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA). Kegiatan yang diikuti 67 murid kelas VI itu berlangsung pada Kamis (30/7/2026) di ruang kelas VI-B MI Muhammadiyah Sedayulawas.
Sebanyak 15 mahasiswa KKN dari berbagai fakultas, yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Sains dan Teknologi, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Enam mahasiswa, yaitu Illiyun, Anin, Khusnul, Nida, Fitri, dan Meyta, dipercaya menjadi pemateri.
Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Diawali dengan sesi perkenalan, mahasiswa kemudian menyampaikan materi mengenai pengertian perundungan, berbagai bentuknya, dampak yang ditimbulkan bagi korban maupun pelaku, serta langkah-langkah pencegahannya.
Agar materi lebih mudah dipahami, para mahasiswa juga mengajak murid mengikuti permainan edukatif yang mengandung pesan tentang pentingnya saling menghargai, menghormati, dan peduli terhadap sesama. Suasana belajar yang menyenangkan membuat para murid antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Menanamkan Kesadaran Sejak Dini
Koordinator KKN Kelompok 19 Sedayulawas, Illiyun, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMLA, mengatakan bahwa kegiatan di MI Muhammadiyah Sedayulawas merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.
“Melalui program KKN, kami ingin memberikan kontribusi nyata kepada lembaga pendidikan sesuai dengan kemampuan yang kami miliki. Edukasi tentang pencegahan perundungan menjadi salah satu program yang kami laksanakan karena persoalan ini masih menjadi tantangan di lingkungan sekolah. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran murid untuk saling menghargai, saling menjaga, dan bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta menyenangkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MI Muhammadiyah Sedayulawas, Abdul Mujib Ridlwan, S.Pd., mengapresiasi kepedulian mahasiswa KKN UMLA yang telah berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada para murid. Menurutnya, kegiatan tersebut selaras dengan komitmen madrasah dalam membangun karakter peserta didik yang berakhlak mulia sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari perundungan.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UMLA di madrasah ini. Edukasi tentang pencegahan perundungan sangat bermanfaat karena mengingatkan anak-anak untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, dan membangun pergaulan yang sehat. Kami berharap nilai-nilai yang disampaikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun di luar madrasah,” tuturnya.
Melalui kolaborasi ini, MI Muhammadiyah Sedayulawas berharap para murid tidak hanya berkembang dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki empati, kepedulian sosial, dan akhlak mulia. Sinergi antara madrasah dan mahasiswa KKN UMLA diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman, ramah anak, dan bebas dari perundungan. (*)
Penulis : Ahmad Farid | Editor : Fathan Faris Saputro