MuhammadiyahLamongan.com – Upaya membentuk kader yang percaya diri dan komunikatif terus dilakukan dalam rangkaian Darul Arqam Dasar (DAD) VI PK IMM Al-Iskandariyah Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA). Salah satunya melalui kegiatan kuliah tujuh menit (kultum) yang digelar pada Sabtu (18/4/2026) ba’da salat Maghrib di Masjid Ki Bagus Hadikusumo UMLA.
Kegiatan ini diikuti oleh 37 peserta DAD yang terbagi dalam tujuh kelompok. Setiap kelompok mendapatkan jadwal serta tema kultum yang telah ditentukan oleh instruktur. Konsep pelaksanaan dirancang tidak hanya untuk melatih keberanian berbicara di depan umum, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis, berargumentasi, serta memahami dalil keislaman secara lebih mendalam.
Dalam setiap sesi, pembagian peran dilakukan secara sistematis. Satu peserta bertugas menyampaikan kultum, satu peserta membacakan dalil yang relevan dengan tema, dua peserta menjawab pertanyaan dari kelompok lain, serta satu peserta menyiapkan pertanyaan untuk diajukan. Pola ini mendorong keterlibatan aktif seluruh anggota kelompok dalam proses pembelajaran.
Pelaksanaan kultum berlangsung khidmat, namun tetap interaktif. Peserta yang tampil berupaya menyampaikan materi dengan percaya diri, sementara peserta lain menyimak dengan saksama dan aktif dalam sesi tanya jawab. Interaksi tersebut menjadi bagian penting dalam melatih mental sekaligus kesiapan kader untuk berbicara di depan publik.
Kegiatan ini tidak semata berfokus pada penyampaian materi keagamaan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter kader IMM yang berani, kritis, dan komunikatif. Kemampuan berbicara di depan umum menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki kader, terutama dalam menjalankan peran dakwah di tengah masyarakat.
Melalui metode ini, peserta tidak hanya belajar menyampaikan pesan, tetapi juga menyusun materi, memahami dalil, serta merespons pertanyaan secara argumentatif. Hal ini sejalan dengan tujuan kaderisasi IMM yang tidak hanya membentuk kader secara ideologis, tetapi juga mengembangkan keterampilan praktis yang dibutuhkan di lapangan.
Pelaksanaan kegiatan di lingkungan masjid turut menghadirkan nuansa religius yang mendukung proses pembelajaran. Hal ini memperkuat integrasi antara nilai spiritual dan kemampuan intelektual dalam diri kader IMM.
Melalui kegiatan kultum ini, peserta DAD VI IMM Al-Iskandariyah UMLA diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri serta keterampilan komunikasi yang efektif. Ke depan, kader IMM diharapkan siap menjadi penyampai dakwah yang tidak hanya memiliki pemahaman, tetapi juga mampu menyampaikan pesan secara baik dan berpengaruh di tengah masyarakat. (*)
Penulis Nova Aquila Salsabila Cahyono. Editor Fathan Faris Saputro.