MuhammadiyahLamongan.com– Ada yang berbeda di halaman pelataran MI Muhammadiyah 09 Labuhan (MI MULA). Madrasah yang biasanya riuh dengan suara anak-anak mengaji dan belajar, hari itu bersolek begitu cantik. Guratan lampu-lampu kecil yang sengaja didesain menggantung di atas barisan kursi tamu mulai menyala satu per satu, berpadu indah dengan gerbang kelopak bunga di pintu masuk. Kamis (18/6/2026).
Malam itu, MI MULA tidak hanya sedang menggelar acara perpisahan (Graduated Class Of 2026) biasa. Mereka sedang mengukir sejarah baru melalui sebuah konsep yang belum pernah ada sebelumnya di madrasah ini: Garden Party (Pesta Kebun).
Tatapan Takjub dan Kebanggaan Wali Murid
Sejak melangkah ke area penerimaan tamu, pandangan mata para undangan seakan terkunci. Decak kagum dan tatapan berbinar tak mampu disembunyikan dari wajah-wajah orang tua yang datang mengenakan pakaian terbaik mereka.
“Konsep ini benar-benar luar biasa. Baru pertama kali ada di MI MULA, kami semua sangat takjub,” ungkap salah seorang wali murid dengan suara bergetar bangga, menyaksikan anaknya dilepas dengan cara yang begitu terhormat dan indah.
Apresiasi mendalam juga datang dari Bapak Afid Ali, selaku Pimpinan Ranting Muhammadiyah Labuhan bagian Majelis Dikdasmen PNF. Dalam sambutannya, beliau tak mampu menyembunyikan rasa haru atas perkembangan pesat MI MULA dalam satu tahun terakhir. Beliau berpesan agar MI MULA terus konsisten mencetak generasi bangsa yang memegang teguh visi mulia mereka: Islami, Berprestasi, dan Berliterasi.
Antara Tawa Ceria dan Tangis Sungkeman yang Khidmat
Pencetus ide berani ini tidak lain adalah Kepala Madrasah MI MULA sendiri, Bapak Ma’in, S.HI. Beliau menceritakan bahwa konsep terbuka sengaja dipilih untuk menghadirkan atmosfer yang berbeda—lebih segar, santai (gayeng), dan penuh keceriaan bagi anak-anak yang telah berjuang menyelesaikan masa pendidikannya.
Namun, di balik suasana santai yang ditawarkan alam terbuka, kehangatan dan kesakralan acara tidak berkurang sedikit pun. Justru di bawah langit yang mulai temaram, suasana berubah menjadi sangat menyentuh hati ketika prosesi sungkeman dimulai.
Di tempat terbuka itu, angin malam seolah ikut menjadi saksi saat anak-anak bersimpuh di kaki orang tua mereka. Isak tangis haru pecah. Konsep garden party yang modern ini rupanya tetap mampu menjaga ruang magis, di mana rasa terima kasih anak dan doa restu orang tua menyatu dengan begitu khidmat.
Harapan untuk Masa Depan
Bagi Bapak Ma’in, kesuksesan acara ini bukan hanya tentang dekorasi yang indah, melainkan tentang kerja keras bersama. Beliau berharap momentum ini menjadi perekat bagi seluruh tenaga pendidik.
“Saya berharap agar para guru MI MULA semakin kompak dan saling bersinergi dalam setiap event di sekolah tercinta kita ini,” Imbuhnya penuh harap.
Acara malam itu akhirnya usai, namun kehangatannya masih tertinggal di hati setiap orang yang hadir. MI MULA hari itu membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk tidak berinovasi, dan sebuah perpisahan, jika dikemas dengan cinta, akan menjadi kenangan indah yang dibawa mati oleh anak-anak didiknya. Selamat jalan, generasi penerus bangsa dari MI MULA. Terbanglah tinggi membawa nama baik almamater tercinta.
Penulis: Marmulik Hidayah, S.Pd, Editor: Ma’in