Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Lamongan Sukses Gelar Kajian Ramadan

MuhammadiyahLamongan.com- Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan sukses menyelenggarakan Kajian Ramadhan 1146 Hijriyah.

Kegiatan Kajian Ramadhan berlangsung di Aula Masjid Asy-Syifa Rumah Sakit Muhammadiyah (RSM) Lamongan, pada Sabtu (22/3/2025). Dengan tema “Al-Qur’an dan Kesehatan, Tinjauan dari Ilmu Pengetahuan”.

Kajian tersebut menghadirkan narasumber yakni dr. H. Wigit Dwijatmoko, Sp.B FinaCS. Beliau adalah penemu Teknologi Mencerdaskan Anak. Nama teknologinya dengan dengan Mesencephalon Activition just 30 minutes.

Wigit Dwijatmoko mengawali paparan materinya, Beliau melontarkan beberapa pertanyaan kepada peserta kajian. Salah satu pertanyaannya adalah, Apakah puasa yang kita kerjakan itu bertujuan agar kita sehat? Sontak dijawab perseta dengan jawaban “Ya”.

Mendengar jawaban tersebut dari peserta, narasumber kemudian meluruskannya. “Bahwa kita puasa agar sehat itu kurang tepat dan kurang benar. Lebih tepatnya adalah bahwa kita sehat itu untuk puasa dan amalan saleh lainnya”, ujarnya Wigit Dwijatmoko.

Lebih lanjut, Wigit Dwijatmoko mengajak kepada peserta Kajian Ramadhan, agar kita selalu meluruskan niat dalam ibadah dan orientasi kita beribadah yakni untuk akhirat.

Kemudian, Beliau mengajak semua yang hadir untuk tidak berhenti berdoa kepada Allah sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Dengan kekuatan doa, sesuatu yang tidak masuk akal, dapat menjadi kenyataan. Disaat Allah mengabulkan doa-doa kita. Sebagaimana hal itu terjadi dalam pengalaman pribadi narasumber.

Hal yang menarik dari Kajian Ramadhan ini, yakni narasumber menjelaskan hasil dari Teknologi Mencerdaskan Anak yang telah ditemukannya dan telah diujicobakan kepada anaknya Bapak Wigit Dwijatmoko sendiri.

Beliau menjelaskan bahwa setiap manusia telah dianugerahi Allah di dalam otaknya yang disebut “Mesencepthion”. Mesencepthion ini mulai berfungsi setelah bayi ditiupkan ruhnya salam kandungan ibunya.

Mesencepthion ini sangat besar pengaruhnya, karena dapat menggerakkan syaraf-syaraf otak dan sum-sum belakang. Hanya saja setelah bayi lahir ke dunia, maka peran orang tua, khususnya ibu sangat berperan untuk memberikan rangsangan terhadap Mesencephalon.

Berdasarkan hasil penelitian narasumber, bahwa kecerdasan Mesencephalon dapat dirangsang, sehingga anak-anak kita cerdas dan jenius dengan melakukan tiga hal.

Berikut tiga kegiatan yang dapat merangsang kecerdasan Mesencephalon anak:

  1.  Lakukan gerakan otot dan sendi secara teratur. Dalam Islam gerakan ini identik dengan ajaran perintah Salat. Maka dirikan salat tepat pada waktunya dan teratur.
  2. Rangsangan usus: perintah puasa dalam Islam salah satu manfaatnya adalah menjaga kesehatan metabolisme. Maka dengan puasa yang benar dan baik dapat meningkatkan kecerdasan Mesencephalon.
  3. Rangsangan audio visual: rangsangan ini dapat dilakukan salah satunya dengan membaca Al-Quran.

Semoga dengan Kajian Ramadhan ini, dapat mencerahkan pola pikir kita akan tujuan puasa dan menambah pengetahuan kita bagaimana caranya meningkatkan kecerdasan anak.

Penulis Adi Familu, Editor Ma’in

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Bank BNI Babat Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Cabang Babat

Next Post

Ramadhan Berbagi: PRA dan PRNA Kedungwaras Salurkan Takjil Untuk Berbuka

Read next
0
Share