MuhamammadiyahLamongan.com – Pembukaan Tabligh Akbar Milad ke-109 ‘Aisyiyah yang diselenggarakan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Lamongan berlangsung khidmat di Dome Universitas Muhammadiyah Lamongan, Sabtu (26/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan apresiasi atas kiprah panjang ‘Aisyiyah yang telah lebih dari satu abad berkontribusi bagi masyarakat.
Menurut Yuhronur, usia organisasi yang telah melampaui satu abad menjadi bukti konsistensi ‘Aisyiyah dalam mengemban misi dakwah dan pelayanan sosial. Ia berharap semangat pengabdian itu terus terjaga demi mewujudkan masyarakat Lamongan yang semakin sejahtera.
“Selamat dan sukses. Di tengah usia yang lebih dari satu abad ini, kita senantiasa terus bersama-sama berkhidmat, terus bersama-sama berjuang dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lamongan,” ujarnya.
Ia menilai, selama lebih dari 100 tahun ‘Aisyiyah telah memberikan kontribusi nyata di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, hingga penguatan ketahanan keluarga.
“Lebih dari seratus tahun, ‘Aisyiyah telah memberikan bukti nyata dalam pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, hingga penguatan keluarga di tengah era modernisasi masyarakat saat ini,” tuturnya.
Menanggapi tema Milad ke-109 ‘Aisyiyah, “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, Yuhronur menilai tema tersebut sangat relevan dengan tantangan kehidupan masyarakat yang semakin majemuk. Menurutnya, dakwah kemanusiaan harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menghargai, dan menjaga harmoni sosial.
“Semangat ini seiring dengan tata kehidupan kita sekarang, bagaimana kita harus menguatkan perdamaian, saling menghormati, dan saling menghargai di tengah kehidupan sosial yang sangat beragam saat ini,” katanya.
Lebih lanjut, Yuhronur menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk terus memperkuat sinergi dengan PDA Lamongan. Kolaborasi tersebut, menurutnya, telah memberi kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat yang tercermin dari terus meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lamongan.
Dalam sambutannya, ia juga mengingatkan pentingnya pendampingan orang tua terhadap anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Meski membawa banyak manfaat, teknologi juga menghadirkan tantangan yang harus dihadapi bersama.
“Kita harus menjadi pendamping bagi anak-anak kita di ruang digital. Tanpa pengawasan dan kehangatan ibu di rumah, ketahanan keluarga akan menjadi tantangan dalam mendampingi anak belajar dan bertumbuh,” pesannya.
Menutup sambutannya, Yuhronur menyoroti fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang banyak dialami generasi muda. Ia menegaskan bahwa keluarga tetap menjadi benteng utama dalam membentuk karakter anak di tengah derasnya arus digital.
“Sekarang ini sedang tren FOMO. Untuk itu, peran orang tua menjadi sangat penting dalam mendampingi anak-anak kita, supaya kehangatan dan kekuatan keluarga tidak digantikan oleh teknologi digital,” pungkasnya. (*)
Penulis : Syafna Cahaya Arfina | Editor : Fathan Faris Saputro