MuhammadiyahLamongan.com – Musyawarah Cabang (Musycab) ke-10 Muhammadiyah dan Musycab ke-8 ‘Aisyiyah Kedungpring digelar di SMPM3 Kalen, Kedungpring, pada Ahad (2/7/2023). Acara tersebut dihadiri beberapa tokoh Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dari berbagai wilayah di Lamongan. Ketua PCM Kedungpring, H. Ikhsan Budiono, SH, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan tema ‘Membumikan Islam Berkemajuan’ diplih supaya menjadikan Kedungpring lebih maju.
“Hal ini semua dalam rangka tugas kita dalam menjalankan amanah yang diberikan oleh Allah Swt sebagai manusia untuk menjadi manusia terbaik,” tegas Ketua PCM Kedungpring, H. Ikhsan Budiono, SH, M.Pd dalam sambutannya.
Manusia terbaik, lanjut Ikhsan, adalah manusia yang bisa memberikan manfaat kepada yang lain, di antaranya adalah membumikan Islam berkemajuan. Sebenarnya Islam itu datangnya sudah tidak diragukan lagi, sudah berkemajuan. “Oleh karena itu, kita tinggal melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah dalam al-Quran dan As-Sunah. Sehingga perlu kita dalami dan renungkan bersama,” tutur dia.
Di-antara manifestasi dari Islam berkemajuan itu, tambah dia, ada 5 ranah. Pertama, adalah ranah keumatan, di mana manusia hidup ini harus bisa mewarnai umat manusia ini supaya bisa menjadi yang terbaik, supaya bisa mengangkat harkat martabat manusia, supaya bisa mengangkat harkat martabat manusia, supaya tidak terjerumus ke dalam kenistaan, supaya menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat, nusa bangsa, dan negara.
Kemudian yang kedua, kata dia, terkait rana kebangsaan. Sebagai masyarakat tentunya adalah hidup di dalam suatu negara, bergabung di dalam suatu bangsa, maka harus berkiprah untuk berbakti kepada bangsa negara ini supaya bangsa negara ini dikawal tidak keluar dari jalur utama. Yaitu mensejahterakan rakyat yang adil dan makmur.
Selanjutnya yang ketiga, kata dia, yaitu ranah kemanusiaan. Dimana manusia tidak bisa hidup sendiri, manusia ini hidup bermasyarakat sehingga kita harus saling bantu membantu, tolong menolong untuk bisa mewarnai masyarakat ini menjadi masyarakat yang betul-betul akan mengangkat derajatnya sebagai manusia yang seutuhnya.
Dilanjutkan ranah keempat, adalah dalam ranah global. Di antaranya harus menegakkan keadilan dalam pergaulan internasional sehingga masyarakat ini harus dituntut ilmunya harus luas. kemudian teknologi maju yang didasari dengan spiritual yang tinggi.
Dan yang terakhir adalah kita harus berorientasi kepada masa depan. kita sebagai manusia tentunya tidak ingin generasi generasi kita ini menjadi generasi yang semakin hari semakin jelek. Kita akan dipermintai pertanggungjawaban oleh Allah Swt besok di akhirat. Sehingga kita harus menciptakan generasi-generasi yang siap untuk menyongsong masa depan, di mana masa depan bangsa kita generasi kita harus kita siapkan dengan ilmu yang luas. Kemudian juga dengan teknologi yang maju, juga tidak kalah penting adalah dengan integritas disertai akhlak yang mulia yang dimulai dari pengkaderan-pengkaderan persyarikatan kita.
“Oleh karena itu, marilah kita berkontribusi di dalam hidup ini. Jangan sampai punya anggapan orang hidup hanya salat, puasa, zakat, dan haji bisa masuk surga. Ojo kegedhen mongso,” pesan dia.
Di akhir sambutannya ia mengajak semua pengurus, anggota dan seluruh warga muhammadiyah untuk bersama bersatu padu untuk mencapai cita-cita kita, sebagai orang yang berbahagia dunia dan akhirat melalui muhammadiyah ini dengan berkurban lewat jiwa raga dan harta benda kita.
Reporter : M. Bakhrus Salam
