MuhammadiyahLamongan.Com- Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) menyelenggarakan Kajian Berbuka Puasa (Bukber) bertempat di Masjid Al-Azhar Muhammadiyah Cumpleng, pada Sabtu (29/3/2025). Dengan tema “Akhlak Orang yang Bertakwa”.
Acara Kajian Bukber ini diikuti oleh jajaran Muhammadiyah beserta Ortomnya serta warga dan jamaah Masjid Al-Azhar Muhammadiyah Cumpleng. Dengan menghadirkan Dr. Piet Hizbullah Khaidir, S.Ag, MA selaku Sekretaris PDM Lamongan sebagai penceramahnya.
Mengawali kajian ceramahnya, ustad Piet mengajak kepada seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur kepada Allah atas segala nikmat dan karunianya yang telah kita terima. Beliau juga mengingatkan bahwa syukur merupakan sifat para Nabi dan Rasulnya.
Lanjut, ustad Piet mengutip satu ayat Alquran yang terdapat dalam surah Al-Isra ayat 9 berbunyi:
اِنَّ هٰذَا الۡقُرۡاٰنَ يَهۡدِىۡ لِلَّتِىۡ هِىَ اَقۡوَمُ وَ يُبَشِّرُ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ الَّذِيۡنَ يَعۡمَلُوۡنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمۡ اَجۡرًا
كَبِيۡرًا ۙ
Artinya: Sungguh, Alquran ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar”.
Merujuk firman Allah diatas, ustad Piet berpesan kepada semua jamaah untuk senantiasa membaca Alquran sebagai wujud keimanan dan berupaya menggapai petunjuk lewat membaca Alquran.
Menurut Beliau setidaknya ada tiga tahapan seseorang dalam menyikapi dan membaca Alquran. Ketiga tahapan tersebut yakni:
Pertama adalah Qiroah, yaitu seseorang dengan membaca Alquran bertujuan untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang bersumber darinya.
Kedua adalah Tilawah, yaitu seseorang menjadikan Alquran tidak sekedar dibaca untuk memperoleh ilmu pengetahuan saja, melainkan juga berupaya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam, baik ayat-ayat qouliyah maupun ayat-ayat kauniyah.
Ketiga adalah Tartil, yaitu seseorang yang dengan kesadaran dan ketulusan jiwa meluangkan waktunya untuk terus menerus dapat membaca Alquran dan memahami isi kandungannya. Sehingga Alquran menjadi petunjuk di setiap sendi kehidupannya.
Mengakhiri kajian ceramahnya, Beliau menyebutkan ada empat karakter yang menjadi ciri akhlak orang yang bertakwa.
Keempat ciri akhlak orang yang bertakwa yakni:
1. Komitmen atau Istiqomah untuk beriman dan beramal saleh
2. Sabar dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangannya serta menerima segala ketentuan Allah
3. Bersyukur atas segala nikmat Allah yang diberikan kepadanya, melalui ucapan dan wujud nyata perbuatan ketaatan
4. Ikhlash dalam menjalankan segala perintah ibadah hanya bertujuan menggapai ridho Allah semata
Semoga dengan Kajian Berbuka Puasa ini, mampu merefleksikan diri kita untuk mencintai Alquran dan sekaligus menjadikannya sebagai sumber petunjuk kehidupan, sehingga menjadi pribadi yang bertakwa dan berakhlak.
Penulis: Wasis Budiono, Editor: Ma’in
