MuhammadiyahLamongan.com – Turba Pendidikan putaran ketujuh yang diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan berlangsung di Aula SMP Muhammadiyah 12 Sendangagung, Paciran, pada Ahad (19/10/2025).
Acara ini dihadiri sekitar 214 peserta yang terdiri atas unsur jajaran PDM Lamongan, Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Lamongan, PCM dan PRM dari tiga cabang, yakni Paciran, Brondong, dan Solokuro, serta kepala sekolah SD/MI, MTs/SMP, SMA/MA/SMK Muhammadiyah se-kawasan tersebut. Hadir pula perwakilan Pimpinan Daerah Igaba dan pengurus Igaba cabang Paciran, Brondong, dan Solokuro.
Setelah opening ceremony selesai, agenda Turba Pendidikan dilanjutkan dengan sesi “curhat” atau penyampaian aspirasi, keluhan, serta masukan dari perwakilan kepala sekolah, pengurus Dikdasmen, dan pengurus cabang masing-masing wilayah.
El Hanif, Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Lamongan, mengimbau agar setiap peserta menyampaikan aspirasi secara singkat, padat, dan fokus pada pokok persoalan. Sementara itu, M. Anwar selaku Wakil Ketua PDM Lamongan berharap agar forum curhat tidak dijadikan ajang untuk saling menjatuhkan, melainkan untuk memperkuat kebersamaan.
Peserta pertama yang menyampaikan curhat berasal dari unsur PCM Solokuro, diwakili oleh Malik. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan kondisi nyata lembaga pendidikan di Solokuro, termasuk potensi dan tantangan yang dihadapi. Ia menegaskan bahwa para kepala sekolah dan madrasah di Solokuro telah berupaya maksimal dalam menjalankan amanah meskipun masih ada kekurangan yang perlu dibenahi.
Melihat kondisi tersebut, Malik bahkan memberikan jaminan kepada Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Lamongan: jika ada pengurus yang bersedia menjadi kepala sekolah atau madrasah di Cabang Solokuro, pihaknya akan menyambut dengan tangan terbuka. Ia berharap kehadiran pengurus tersebut dapat memperkuat kualitas pendidikan di wilayahnya.
“Kami menjamin, bila ada pengurus Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Lamongan yang bersedia menjadi kepala sekolah atau madrasah di Muhammadiyah Cabang Solokuro, kami akan menerima dengan lapang dada,” ujarnya.
Giliran berikutnya, Abdul Mustajab, S.Pd.I, Kepala MIM 16 Jompong Kecamatan Brondong, menyampaikan keluhannya. Ia menuturkan bahwa madrasah yang dipimpinnya berada di tengah tiga SD negeri di Dusun Jompong, Brondong. Berbagai upaya telah dilakukan, namun MIM 16 Jompong masih kalah bersaing karena keterbatasan sarana dan prasarana, serta adanya program gratis di sekolah negeri.
Ia menambahkan, sebagian tenaga pendidik di sekolah negeri tersebut justru berasal dari kalangan Muhammadiyah, yang membuat persaingan semakin berat. Oleh karena itu, ia berharap Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Lamongan tidak hanya mengadakan kegiatan seperti workshop, seminar, dan turba, tetapi juga turun langsung ke sekolah dan madrasah untuk mendengar dan membantu mencarikan solusi konkret.
“Kami berharap Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Lamongan bersedia hadir langsung ke sekolah dan madrasah,” harap Mustajab.
Kegiatan Turba Pendidikan ini diharapkan menjadi ajang positif bagi seluruh kepala sekolah dan madrasah untuk mempererat silaturahmi, berbagi strategi, serta mencari solusi atas berbagai persoalan pendidikan Muhammadiyah di Paciran, Brondong, dan Solokuro. (*)
Penulis Ma’in. Editor Fathan Faris Saputro.