remaja

MuhammadiyahLamongan.com – “Beruntunglah kalian dipilih oleh Allah untuk aktif di Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Ini adalah panggung gratis bagi adik-adik untuk menunjukkan jati diri. Kalian ini sedang menyiapkan diri untuk menjadi pemimpin besar”, tutur Mohamad Su’ud, ketika menyampaikan pembekalan bagi pimpinan baru IPM MTs Muhammadiyah 14 Laren, 27/12/2017.

Sekretaris Majelis Tabligh PDM Lamongan ini membeberkan resep pemimpin sukses.

Pertama, Seorang pejuang hendaknya mempunyai impian yang besar. “Jangan malu dan takut bermimpi. Mulailah dari sekarang untuk bercita-cita. Catatlah harapan hidup kalian. Penuhi buku-buku kalian dengan coretan-coretan mimpi masa depan”, urai pria mantan ketua PD IPM periode 1996-1998 ini.

Su’ud juga menjelaskan, bahwa tokoh-tokoh besar, semisal Presiden pertama, Ir. Soekarno, Panglima Besar Jenderal Soedirman dan KH. Dahlan adalah para pemimpi hebat. Apa yang dipikir dan “dilamunkan” melampaui zamannya saat itu. “Daripada tembok-tembok kamar dihiasi foto-foto artis, lebih baik kalian tulis daftar impian”, jelasnya.

Baca Juga  Nuget Aneka Rasa Turut Semarakkan Pelantikan PDM dan PDA

Kunci kedua, lanjut Sekretaris PCM Modo, Pemimpin tidak boleh putus asah, frustasi. Dalam organisasi pasti ada gesekan dengan teman, masalah pribadi terbawa, maka pemimpin IPM harus dewasa dalam menyikapi. Salah satu sikap yang bijaksana adalah meletakkan kepentingan ummat lebih utama, dari pada kepentingan individu. Setiap ada persoalan muncul, segeralah bermusyawarah.

Resep ketiga, yaitu jangan takut salah. “Bila kalian selalu dihantui rasa takut, maka kemajuan organisasi akan terhambat. Lebih baik salah karena bergerak, dari pada merasa benar tapi tidak melakukan apa-apa”, tutur pengasuh konseling remaja Radio Prameswara ini. Lebih lanjut dikatakan, bahwa orang yang enerjik dan aktif selalu ada peluang untuk salah dan juga dikritik, tapi begitulah sunnatullah pemimpin, senantiasa menjadikan sandungan sebagai penguat jiwa.

Baca Juga  Baitul Arqom PCM Tikung, Teguhkan Ideologi Kader Persyarikatan

“kunci keempat seorang pemimpin yaitu menyandarkan segala usahanya kepada Allah swt. Tirulah Sang Jenderal Soedriman, sakitnya fisik tidak mengurangi sedikitpun pengharapannya kepada Allah. Jangan sombong dengan kemampuan diri, karena itu tidak berarti kalau Allah belum menghendaki. Semakin dekat kepada Sang Kholiq, semakin mudah untuk mencapai cita dan harapan”, demikian penjelasan Su’ud, diakhir sesinya.

Walaupun usia peserta masih di kelas tujuh dan delapan, namun keberanian untuk mengungkapkan pendapat patut diapresiasi, terbukti ada lima peserta yang mau sharing dan bertanya. Tak terasa waktu 90 menit cepat berlalu, tampak wajah-wajah optimisme.(red)

Selamat datang generasi Muhammadiyah masa depan !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here