maulud nabi

MuhammadiyahLamongan.com – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hajriyanto Y. Thohari, menyebut Muhammadiyah mendukung berdirinya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak negara ini belum menjadi bangsa yang merdeka.

Hajri menilai banyak kesamaan tujuan negara ini dibentuk dengan tujuan gerakan dakwah Muhammadiyah. Pertama, untuk melindungi masyarakat. Kedua, memajukan kesejahteraan umum. Ketiga, mencerdaskan kehidupan bangsa. Keempat, ikut menertibkan perdamaian dunia.

Hingga saat ini, Muhammadiyah konsentrasi pada tiga bidang atau istilahnya trisula gerakan Muhammadiyah, ujarnya pada saat memberi Kajian Akhir Tahun Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah Palirangan, Jum’at (29/12) siang, bertempat di Perguruan Muhammadiyah Palirangan, Desa Payaman, Kecamatan Solokuro, Lamongan.

Pertama, Muhammadiyah fokus pada bidang pendidikan, Mantan Wakil Ketua MPR RI Periode 2009-2014 ini menjelaskan, dengan mendirikan sekolah mulai dari PAUD, TK, MI, SMP dan SMA hingga Perguruan Tinggi yang sudah tersebar diseluruh Indonesia.

Baca Juga  Adanya UU ITE, Hati-hati Bikin Posting di Sosmed

Bahkan Ia menuturkan, Muhammadiyah akan segera memiliki Sekolah Muhammadiyah di Australia. Mulai tahun depan sudah menerima siswa baru dan sebentar lagi akan berdiri Universitas Muhammadiyah yang ada di Malaysia artinya Muhammadiyah sudah go Internasional.

“Investasi yang sangat strategis adalah bidang pendidikan, karena tujuan dari pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa,” tambahya.

Lebih lanjut, Hajri mengatakan sula kedua bidang kesehatan. Namun, hingga akhir kajian yang ia sampaikan belum dijelaskan secara mendalam, gerakan Muhammadiyah di bidang kesehatan.

Baca Juga  Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Kedungpring Terus Bergeliat Dalam Berorganisasi

Sementara, Sula ketiga bidang ekonomi pemberdayaan. Hajri menjelaskan gerakan baru Muhammadiyah pada abad yang kedua ini, melalui Lembaga Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) menjadikan Muhammadiyah sebagai organisasi yang mandiri dan mengentaskan nilai kemanusiaan.

Selain itu, Muhammadiyah terus berupaya dalam pemberdayaan masyarakat dengan langkah menambahkan majelis pemberdayaan masyarakat yang secara khusus melakukan pendampingan langsung ke warga, kata Hajri.

Dipenghujung Kajianya, didepan ribuan warga yang hadir, Muhammadiyah telah menciptakan manusia-manusia yang unggul. Dia mengajak mari kita rebut keunggulan itu. Kita rebut takdir jangan menerima takdir. Pemimpin adalah Kader-kader yang memiliki keperkasaan dalam fisik maupun keperkasaan dalam ilmu, pungkasnya. (Kholis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here