MuhammadiyahLamongan.com –¬†Saat ini minim kita temui pemuda atau remaja yang gemar bertani, berbudidaya ikan maupun berternak. Padahal profesi inilah dulu hingga sekarang merupakan mata pencaharian pokok bagi warga masyarakat sekitar Lamongan.

Bagaimana tidak, dari para petani lokal inilah kita bisa mendapatkan beras, buah-buahan, ikan dan daging yang berkualitas sehingga mampu menjadikan kita sebagai bangsa berswasembada pangan dalam pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.

Melalui Program Pengembangan Perhutanan Sosial Nusantara (Bang PeSoNa) Tahun 2017 dari Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Deket bersama dengan Pemerintah Desa Srirande, kemarin (25/11) pagi, menyalurkan bibit pohon jati dan tanaman buah-buahan untuk ditanam oleh warga masyarakat sekitar.

Warga dengan senang menyambut baik kegiatan tetersebut. Pasalnya, dari bibit tanaman yang dibagikan ini diharapkan tanaman bisa tumbuh dan dinikmati hasil buahnya pada suatu hari nanti. “Alhamdulillah dapat pembagian tanaman buah gratis dari Pemuda Muhammadiyah, semoga saja membawa berkah dikemudian hari, Amin,” tutur Sri Mulyati salah seorang warga Dusun Rande.

Baca Juga  Adanya UU ITE, Hati-hati Bikin Posting di Sosmed

Sementara itu, Ketua PCPM Deket, Arian Yusuf mengatakan Sekitar 2.000 bibit jati dan tanaman buah-buahan semisal kelengkeng, mangga dan nangka kita bagikan kepada warga untuk ditanam di pematang sawah maupun pekarangan rumah mereka.

Kegiatan tersebut, disambut baik serta didukung penuh oleh Pemerintah Desa Srirande. “Kades sangat mengapresiasi kegiatan ini, apalagi di pelopori oleh Pemuda Muhammadiyah yang melibatkan pemuda desa setempat,” tambahnya saat mengikuti dan mengawal pembagian bibit pohon.

“Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi pelopor kegiatan cinta lingkungan. Mengingat berkurangnya kawasan hijau di wilayah sekitar Deket seiring dengan berdiri pabrik baru,” tegas Arian.

Baca Juga  Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Kedungpring Terus Bergeliat Dalam Berorganisasi

Selain itu, PCPM Deket juga melakukan pembagian 10 ekor induk kambing untuk dikembangbiakkan oleh para peternak, “kami akan salurkan 10 ekor kambing kepada peternak yang menjadi binaan, saat berkembangbiak nanti akan diberikan kepada peternak lain yang belum mendapat,”.

Lebih lanjut, Arian khawatir minat pemuda untuk bertani maupun berternak akan hilang seiring dengan terjualnya tanah-tanah areal persawahan mereka sehingga pola pikir para generasi muda terpengaruh dengan cukup hanya ingin menjadi buruh atau karyawan pabrik dan enggan untuk bercocok tanam.

Dia berharap, kegiatan ini mampu menjadi icon pemersatu umat dalam hal ekonomi dan pemberdayaan umat dengan mengesampingkan egoisme golongan ditengah kemajemukan masyarakat Desa Srirande sesuai dengan tema Milad Muhammadiyah yang ke-105 M “Muhammadiyah Merekat Kebersamaan”, tutupnya. (Ian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here