Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Menggema di Kampus, Aksi Simulasi IMM Al-Iskandariyah UMLA Soroti Ketimpangan Sosial

MuhammadiyahLamongan.com – Rangkaian kegiatan Darul Arqam Dasar (DAD) VI PK IMM Al-Iskandariyah Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) ditutup dengan aksi simulasi demonstrasi pada Ahad (19/4/2026). Kegiatan yang berlangsung dari area Dome UMLA hingga Gedung Rektorat Baru ini menjadi ruang praktik bagi kader dalam menyuarakan isu sosial secara terorganisasi dan bertanggung jawab.

Kegiatan diawali dengan pengumpulan peserta di depan Gedung Rektorat Lama UMLA. Selanjutnya, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai peran masing-masing dalam aksi. Simulasi ini dirancang menyerupai demonstrasi nyata dengan mengangkat isu kesejahteraan guru serta kondisi masyarakat miskin.

Dalam pelaksanaannya, aksi berlangsung kondusif dengan alur yang tertata. Para peserta membawa atribut berupa kertas bertuliskan tuntutan dan menggunakan pengeras suara untuk menyampaikan aspirasi. Kegiatan ini menjadi latihan penting bagi kader dalam menyuarakan pendapat secara lantang, namun tetap terarah dan bertanggung jawab.

Aksi dipimpin oleh koordinator lapangan (korlap), Abi, yang bertugas mengatur jalannya aksi secara keseluruhan. Para orator, yakni Farik, Rasya, Niswah, Neppa, Zuliya, Fitri, Zahid, dan Fatihul, secara bergantian menyampaikan tuntutan sekaligus membangun semangat massa melalui orasi.

Sementara itu, tim negosiator yang terdiri atas Abizar dan Alifia berperan menjembatani komunikasi antara massa aksi dan pihak yang dituju. Mereka menyampaikan tuntutan secara formal serta melakukan dialog untuk mencari titik temu.

Di sisi lain, tim keamanan yang terdiri atas Abiyu, Rasyid, dan Ghulam bertanggung jawab menjaga ketertiban agar aksi tetap aman dan terkendali. Adapun tim dokumentasi yang diisi oleh Afrizal, Tiara, dan Febri bertugas mengabadikan seluruh rangkaian kegiatan sebagai bahan evaluasi dan publikasi.

Selain praktik lapangan, peserta juga dilatih menyusun administrasi aksi, seperti pembuatan surat pemberitahuan kepada kepolisian (Polres) serta surat pernyataan aksi. Hal ini menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan aksi sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya belajar menyuarakan aspirasi, tetapi juga memahami struktur dan mekanisme dalam aksi massa. Secara ideal, isu-isu seperti kesejahteraan guru dan masyarakat miskin disampaikan kepada instansi terkait, seperti pemerintah daerah atau lembaga yang berwenang dalam kebijakan publik.

Simulasi ini menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi IMM. Tidak hanya membekali kader dengan teori, kegiatan ini juga mengasah keterampilan praktis dalam advokasi sosial. Kader diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang peka terhadap persoalan masyarakat serta mampu menyuarakannya secara bijak dan bertanggung jawab. (*)

Penulis Nova Aquila Salsabila Cahyono. Editor Fathan Faris Saputro.

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Dalam Hening Malam, Lahir Komitmen Baru Kader IMM Al-Iskandariyah UMLA

Next Post

Usai DAD VI, IMM Al-Iskandariyah UMLA Dorong Kader Terus Bertumbuh dan Berkontribusi

Read next
0
Share