MuhammadiyahLamongan.com – Rangkaian kegiatan Darul Arqam Dasar (DAD) VI PK IMM Al-Iskandariyah Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) resmi ditutup pada Ahad (19/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Budi Utomo lantai 3 UMLA ini diikuti oleh 35 peserta dan 30 panitia, serta ditutup dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Acara penutupan dipandu oleh MC Immawati Dila yang mengarahkan jalannya kegiatan secara tertib. Momen ini menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian kaderisasi yang telah berlangsung selama beberapa hari, mulai dari penyampaian materi, analisis sosial (ansos), hingga praktik lapangan.
Ketua Umum PK IMM Al-Iskandariyah, Immawan Muazzar Farokhi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa DAD bukanlah akhir dari proses kaderisasi.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan peserta yang telah berproses bersama dalam DAD VI ini. Kegiatan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang kita sebagai kader IMM,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat serta nilai-nilai yang telah diperoleh selama kegiatan berlangsung.
Sambutan penutup disampaikan oleh Ketua Umum PC IMM Lamongan, Immawan Alexi Candra Kasan Nova, S.M., M.M. Ia menegaskan bahwa DAD merupakan proses pembentukan karakter kader, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“DAD bukan hanya kegiatan formal, tetapi proses pembentukan diri. Apa yang sudah didapatkan di sini harus terus dijaga dan dikembangkan dalam kehidupan nyata,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk tetap aktif dalam organisasi serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Kesan mendalam turut disampaikan oleh salah satu peserta, Immawan Ghulam Mulham Musyadat. Ia mengungkapkan bahwa DAD VI memberikan pengalaman yang melampaui ekspektasinya.
“DAD VI ini lebih seru dari yang saya bayangkan. Tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik seperti ansos yang terjun langsung ke desa, FGD yang melatih public speaking, pengukuhan yang meriah, hingga simulasi aksi demonstrasi yang dibuat sangat nyata,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan panitia dalam memerankan berbagai peran dalam simulasi turut menghidupkan suasana kegiatan.
“Bahkan ada panitia yang berperan sebagai polisi dan pejabat, sehingga suasananya benar-benar terasa seperti aksi nyata,” tambahnya.
Penutupan ini menjadi ruang refleksi bagi seluruh peserta setelah melalui berbagai tahapan kaderisasi. Tidak hanya memperkuat pemahaman ideologis dan intelektual, DAD VI juga menghadirkan pengalaman praktis yang membekas bagi setiap kader.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu melanjutkan proses kaderisasi secara mandiri serta tumbuh menjadi kader IMM yang aktif, kritis, dan berkontribusi nyata di tengah masyarakat. (*)
Penulis Nova Aquila Salsabila Cahyono. Editor Fathan Faris Saputro.