MuhammadiyahLamongan.com – Kegiatan Darul Arqam Dasar (DAD) VI PK IMM Al-Iskandariyah Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) memasuki sesi Focus Group Discussion (FGD) pada Sabtu (18/4/2026) pukul 22.10–22.35 WIB. Bertempat di Auditorium Budi Utomo lantai 3 UMLA, forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus pendalaman hasil analisis sosial (ansos) yang telah dilakukan peserta di lapangan.
FGD tersebut secara khusus membahas hasil ansos yang dilaksanakan di Desa Gabus, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan. Dalam kegiatan itu, peserta dibagi menjadi empat kelompok dengan fokus kajian berbeda, sehingga melahirkan beragam sudut pandang terhadap kondisi sosial masyarakat.
Kelompok pertama melakukan wawancara dengan guru sekolah, kelompok kedua dengan guru ngaji, kelompok ketiga dengan perangkat desa, dan kelompok keempat dengan warga setempat. Masing-masing kelompok menggali informasi terkait kondisi pendidikan serta dinamika sosial di lingkungan masyarakat desa.
Sebagai bagian dari forum diskusi, setiap kelompok difasilitasi kertas cokelat dan spidol oleh panitia untuk mencatat serta merangkum temuan selama kegiatan ansos. Hasil tersebut kemudian disusun secara sistematis dan dipresentasikan di hadapan seluruh peserta.
Suasana forum berlangsung kondusif dengan diskusi yang aktif dan interaktif. Setiap kelompok memaparkan hasil analisis secara bergantian, sementara kelompok lain diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, memberikan tanggapan, maupun menyampaikan perspektif tambahan.
Instruktur juga mengarahkan agar setiap kelompok menyiapkan pertanyaan bagi kelompok yang sedang melakukan presentasi. Langkah ini bertujuan mendorong partisipasi aktif seluruh peserta sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dan analitis.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya belajar menyampaikan hasil observasi, tetapi juga mengembangkan kemampuan menganalisis, menyimpulkan, dan mengomunikasikan informasi secara efektif. Interaksi antarkelompok pun menjadi sarana memperkaya pemahaman serta memperluas perspektif terhadap realitas sosial yang diamati.
FGD ini juga menjadi penghubung antara teori yang telah diperoleh dalam materi sebelumnya dengan praktik nyata di lapangan. Dengan demikian, kader IMM tidak hanya memahami konsep analisis sosial secara teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan bermasyarakat.
Meskipun berlangsung dalam durasi relatif singkat, kegiatan ini tetap berjalan efektif dan bermakna. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam berdiskusi serta keberanian menyampaikan gagasan di forum.
Melalui FGD ini, peserta DAD VI IMM Al-Iskandariyah UMLA diharapkan mampu meningkatkan kepekaan sosial, kemampuan analisis, serta keterampilan komunikasi. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi IMM untuk mencetak kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga responsif terhadap berbagai persoalan masyarakat. (*)
Penulis Nova Aquila Salsabila Cahyono. Editor Fathan Faris Saputro.