Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Kader IMM Al-Iskandariyah UMLA Ditempa Berpikir Kritis Lewat Filsafat Ilmu

MuhammadiyahLamongan.com – Rangkaian kegiatan Darul Arqam Dasar (DAD) VI PK IMM Al-Iskandariyah Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) berlanjut pada materi ketujuh bertajuk Filsafat Ilmu. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu (18/4/2026) pukul 20.00–21.00 WIB di Auditorium Budi Utomo lantai 3 UMLA, dan diikuti oleh 35 peserta dalam suasana kondusif.

Materi disampaikan oleh Alif Ferdiansya, Ketua Umum PC IMM Lamongan periode 2023–2024. Dalam pemaparannya, ia mengajak peserta memahami dasar-dasar filsafat sebagai landasan berpikir dalam keilmuan. Filsafat dijelaskan sebagai cara berpikir yang mendalam, kritis, dan sistematis dalam mencari serta memahami kebenaran.

Berbeda dari pola penyampaian materi pada umumnya, sesi ini tidak menghadirkan forum tanya jawab formal di akhir kegiatan. Sebaliknya, pemateri membuka ruang diskusi sejak awal hingga pertengahan penyampaian. Peserta diberi kebebasan untuk menyela, bertanya, menyampaikan pendapat, bahkan mengkritisi materi secara langsung.

Pendekatan tersebut menciptakan suasana diskusi yang dinamis dan interaktif. Peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga terlibat aktif dalam proses berpikir dan berdialektika. Kebebasan menyampaikan pendapat menjadi sarana latihan bagi kader untuk berani berbicara sekaligus mempertanggungjawabkan gagasannya secara rasional.

Kondisi ruang yang kondusif turut mendukung jalannya diskusi. Peserta tampak aktif merespons pertanyaan dari pemateri maupun mengemukakan pandangan mereka. Selain itu, peserta juga diberikan kesempatan untuk mempresentasikan rangkuman materi yang telah dipahami selama sesi berlangsung.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi IMM, khususnya dalam membangun tradisi intelektual di kalangan kader. Materi filsafat ilmu tidak hanya memberikan pemahaman teoretis, tetapi juga melatih pola pikir yang kritis, terbuka, dan reflektif.

Dalam konteks organisasi, kemampuan berpikir filosofis menjadi bekal penting bagi kader dalam menghadapi berbagai persoalan, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat. Kader diharapkan tidak sekadar menerima informasi, melainkan mampu menganalisis, mengkritisi, serta menyusun argumen yang logis.

Melalui metode penyampaian yang terbuka dan partisipatif, materi ini berhasil menciptakan ruang belajar yang hidup dan bermakna. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman berdiskusi secara langsung dalam suasana yang egaliter.

Materi ketujuh ini semakin memperkuat tujuan DAD VI IMM Al-Iskandariyah UMLA dalam mencetak kader yang unggul secara intelektual dan berani menyampaikan gagasan. Dengan bekal filsafat ilmu, kader diharapkan mampu menjadi pribadi yang kritis, analitis, serta siap menghadapi tantangan zaman. (*)

Penulis Nova Aquila Salsabila Cahyono. Editor Fathan Faris Saputro.

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Malam Terakhir DAD VI IMM Al-Iskandariyah UMLA, Saat Tawa dan Haru Menyatu

Read next
0
Share