Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Semaikan Kasih Sayang di Sekolah: Kolaborasi MI MULA dan KKN UMLA Ciptakan Madrasah Ramah Anak Bebas Perundungan

MuhammadiyahLamongan.com— Suasana Aula MI Muhammadiyah 09 Labuhan (MI MULA) tampak berbeda dari sebelumnya. Pagi itu puluhan siswa-siswi kelas 4 hingga kelas 6 berkumpul dengan mata berbinar dan penuh antusias. Bukan sekadar belajar seperti biasa, hari itu mereka diajak merenungkan arti penting persahabatan, empati, dan rasa saling menyayangi dalam kegiatan sosialisasi bertajuk “Stop Perundungan (Bullying)”. Kegiatan berlangsung di Aula Madrasah, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan edukatif ini lahir dari kolaborasi hangat antara pihak madrasah dan para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA). Mewujudkan madrasah ramah anak bukan sekadar impian di atas kertas, melainkan langkah nyata yang dipupuk dari hati ke hati.

Membuka Mata dan Hati: Menyembuhkan Jiwa dari Perundungan

Mahasiswa KKN UMLA yang terlibat dalam penyuluhan ini yakni Helfy, Faris, Nova, Juni, Jea, dan Laeli, kehadiran mahasiswa KKN UMLA membawa energi positif di tengah-tengah para siswa. Bertindak sebagai narasumber utama, Nova menyampaikan materi penyuluhan dengan bahasa yang luwes, dekat, dan mudah dipahami oleh anak-anak.

Dalam pemaparannya, Nova menyentuh sisi kemanusiaan para siswa dengan menjelaskan bahwa perundungan—baik berupa ejekan verbal, dorongan fisik, hingga pengucilan sosial—bukan sekadar “candaan anak-anak”.

“Tindakan menyakiti teman, sekecil apa pun itu, adalah hal berbahaya yang bisa merusak mental dan menggores luka mendalam di hati korbannya. Kita tidak bisa diam. Lingkungan sekolah yang aman dan penuh empati hanya bisa terwujud jika kita semua—siswa dan guru—saling menjaga,” tutur Nova di hadapan para siswa yang menyimak riuk hening.

Para siswa diajak mengenal berbagai bentuk perundungan yang sering tak disadari, sekaligus dibekali keberanian untuk berkata “TIDAK”, membela teman yang tersakiti, serta tidak ragu merangkul guru sebagai tempat melapor. Pendekatan berbasis nilai-nilai akhlakul karimah turut ditanamkan, mengingatkan siswa bahwa sesama muslim dan teman sekolah adalah saudara yang wajib dihormati.

Komitmen Bersama untuk Rumah Belajar yang Nyaman

Apresiasi mendalam disampaikan langsung oleh Kepala MI MULA, Ma’in, S.HI. Beliau menyambut hangat kepedulian para mahasiswa KKN UMLA yang tiada henti mengabdi, mendidik, dan membimbing para siswa di madrasah tersebut.

“Kami sangat berterima kasih atas kontribusi nyata adik-adik mahasiswa KKN UMLA. Pengabdian ini tentu membawa kebaikan ganda, baik bagi pengalaman para mahasiswa maupun bagi keluarga besar MI MULA,” ungkap Ma’in penuh haru.

Ma’in menegaskan bahwa penyuluhan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang madrasah untuk menghadirkan pelayanan pendidikan yang ramah anak. Beliau berharap MI MULA dapat terus menjadi “rumah kedua” yang aman, di mana setiap anak merasa dihargai, dilindungi, dan dibesarkan dalam balutan rasa kasih sayang.

Melalui langkah kecil di aula madrasah hari itu, benih-benih empati telah ditanam. Harapannya, senyum keceriaan anak-anak MI MULA akan terus mengembang—tanpa ada lagi rasa takut, tanpa ada lagi perundungan.

Penulis: Marmulik Hidayah, S.Pd, Editor: Ma’in

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

The New Way To Play Casino Games

Next Post

SD Musari Menyiapkan Generasi Hebat Lewat Pembiasaan Bermusyawarah

Read next
0
Share