MuhammadiyahLamongan.com – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan menggelar kegiatan silaturrahmi sekaligus penyerahan SK Majelis dan Lembaga PDM Lamongan periode 2023-2027, Rabu (24/2/2023). Acara yang dipusatkan di ruang rapat PDM lantai dua tersebut dihadiri jajaran Pimpinan Majelis dan Lembaga PDM.
Tampak di antaranya adalah Ketua PDM Lamongan Drs H. Shodikin, M.Pd, Sekretaris PDM Lamongan Dr Piet Hizbullah Khaidir, dan 11 wakil ketua PDM Lamongan. Mereka adalah Drs H. Abdul Hakam Mubarok, Lc, M.Pd, Masron Assafani, MA, H. Subagio, Drs H. Ghufron, Fathurrahim Syuuhadi, Siswanto, Yatno, S.Kep, Muh. Su’ud, S.Pd.I, Drs H. Muntholib Sukandar, Drs Anwar, M.Pd, dan H. Mulyono.
Sebelum menyerahkan SK, Ketua PDM Lamongan Drs H. Shodikin, M.Pd memberikan wejangan kepada para pimpinan majelis dan lembaga PDM Lamongan yang ditunjuk. Kepala BKPSDM Lamongan ini mengajak untuk langsung tancap gas karena tantangan kedepan sangat besar dan komplek. Dan ini, lanjut Shodikin, sekaligus menjadi kesempatan untuk ikut berkhidmah melakukan kebaikan bil hikmati wal mauidhotil hasanah untuk dienul Islam.
“Panjenengan semua ini diberi ruang selama lima tahun ke depan untuk itu. Tinggal sejauh mana kita mau mengambil ruang itu dengan melakukan ahsanu amalan yang baik, atau tidak berbuat apa-apa hingga waktu periodesasi habis,” tegas Shodikin dalam sambutannya.
Untuk itu, Shodikin mengajak semua jajaran pimpinan langsung tancap gas melakukan sejumlah program dan terobosan. Beliau lalu menyebut Majelis Tarjih. Menurut dia, tantangan untuk Majelis Tarjih dalam menjaga akidah generasi umat saat ini sangat berat di tengah era digitalisasi saat ini. Apalagi saat ini, kata dia, sudah menjadi fenomena bahwa banyak anak dapat pelajaran bukan dari guru atau orang tua, tetapi tiba-tiba sudah bisa. Mereka mencari pelajaran tersebut di google, padahal pelajaran yang didapatkan belum terklarifikasi juga belum tentu kebenarannya. Tentu ini menjadi sangat membahayakan bagi akidah generasi saat ini.
“Karena itu, majelis tarjih harus tampil dan hadir bersemai mereka untuk branding generasi biar akidahnya kuat terbentengi. Ini penting untuk menyelamatkan generasi,” tegasnya mengingatkan.
Dalam kesempatan itu, dia juga mengajak membangun pusat-pusat unggulan amal usaha Muhammadiyah, khsusunya pendidikan. Ajakan tersebut disampaikan karena prihatin melihat kondisi riel lembaga pendidikan milik Muhammadiyah. Menurut dia, dari sekian lembaga pendidikan milik Muhammadiyah di Lamongan ternyata hanya sekitar 15 persen kondisinya memang unggul, sementara 85 persen lainnya, kondisinya perlu disehatkan.
“Dalam rangka membantu sekolah, mari kita buat program, bukan hanya untuk meningkatkan kelembagaan dan tata kelolah semata, tetapi bagaimana cara meningkatkan layanan keunggulan sekolahnya juga,” ucap dia seraya menyampaikan cara yang bisa dilakukan dengan meniru cara rumah sakit.
Dan yang tidak kalah pentingnya, lanjut dia, adalah program ekonomi. Menurut dia, dakwah Muhammadiyah kedepan bukan hanya mencetak generasi cerdah dan sholeh, tetapi juga perlu membangun ekonomi jamaah. “Ya, ini perlu biar jamaah juga bisa sugih bareng-bareng,” tegas dia.
Untuk niatan mulia itu, dirinya melihat pentingnya organisasi Muhammadiyah bersinergi membangun trust atau kepercayaan. Ia lalu menceritakan pernah suatu ketika ketika Muhammadiyah mendapat tawaran untuk melakukan usaha. Tawaran itu sangat memungkinkan dilakukan hanya dengan mengajak dua sampai tiga orang saja, namun itu tidak dilakukan karena dirinya ingin yang terlibat dalam kegiatan ekonomi itu adalah jamaah. “Kita arahkan ke jamaah. Kita juga ingin membangun trust sekaligus ingin menyakinkan bahwa yang bisa kerja menghasilkan itu bukan hanya orang, tetapi asset juga bisa kerja,” tutur dia.
Namun begitu, kata dia, pihaknya juga tidak bisa memaksa jamaah Muhammadiyah yang tidak mau diajak untuk ikut membangun ekonomi bersama ini. “Istilahnya, ojok nuntun sapi deruh. Ditarik nggak mau, malah nanti talinya yang pedot,” ujar dia. Sehingga, lanjut dia, energy organisasi terbuang percuma, padahal masih banyak jamaah lainnya yang memiliki potensi untuk diajak membangun ekonomi bersama. Dia lalu menyebut ada program ekonomi yang sudah jelas dan akan dicoba untuk dibangun, yakni distribusi minyak goring. (Roudlon)