Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Tadarus Al-Qur’an dengan Terjemahan, Tradisi Jamaah Muhammadiyah Plabuhanrejo Sejak 1960-an

MuhammadiyahLamongan.com – Jamaah Muhammadiyah Plabuhanrejo, yang berada di Dusun Plabuhan, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, memiliki tradisi istimewa setiap bulan Ramadan. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga menyertakan terjemahannya dalam setiap tadarus.

Di Masjid Al-Hikmah, satu-satunya masjid di dusun tersebut, tradisi ini telah berjalan sejak tahun 1960-an. Dalam praktiknya, setiap satu orang membaca Al-Qur’an, sementara orang di sampingnya bertugas menerjemahkan ayat yang dibacakan. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendatang, baik yang baru menetap di Plabuhanrejo maupun yang singgah untuk beribadah selama Ramadan. Banyak dari mereka mengungkapkan kekaguman karena baru pertama kali menjumpai tadarus dengan metode ini.

Tadarus dengan terjemahan tidak terbatas pada orang dewasa. Anak-anak TPQ Al-Hikmah juga menerapkannya dalam sesi tadarus sore, begitu pula dengan ibu-ibu dan bapak-bapak saat tadarus malam. Bahkan, kebiasaan ini tidak hanya dilakukan selama Ramadan, tetapi juga berlangsung dalam pengajian rutin setiap pekan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting (PR) Nasyiatul ‘Aisyiyah dan Pemuda Muhammadiyah Plabuhanrejo.

Menurut Pimpinan Ranting Muhammadiyah Plabuhanrejo, Muchammad Kristanto, tradisi ini bermula dari seorang dai, guru, dan seniman asal Jombang, Sukardji Kandihowo, yang datang ke Plabuhanrejo pada tahun 1960-an. Ia berperan besar dalam perkembangan Islam di daerah tersebut, termasuk dalam pendidikan di MI Muhammadiyah 1 Plabuhanrejo serta penyelenggaraan pengajian rutin dan kegiatan seni keislaman.

Pada tahun 1971, Sukardji Kandihowo kembali ke Jombang karena tugas baru. Namun, warisan keilmuannya tetap hidup di Plabuhanrejo, termasuk tradisi tadarus Al-Qur’an dengan terjemahan. Nama beliau kini diabadikan sebagai nama jalan di sekitar Masjid Al-Hikmah dan MI Muhammadiyah 1 Plabuhanrejo.

“Kebiasaan baik ini semoga terus berlangsung hingga generasi berikutnya, sehingga Al-Qur’an tetap terjaga dan keimanan pembaca serta pendengarnya semakin kuat,” ujar Muchammad Kristanto pada Ahad (23/3/2025). (*)

Reporter Eka Arifatur Rachmah. Editor Fathan Faris Saputro.

3
Share this article
Shareable URL
Prev Post

400 Takjil untuk Warga, SD Musaka Siapkan Generasi Senang Berbagi

Next Post

Menghidupkan Ramadan: PRM Padenganploso Gelar Kajian, Santunan, dan Buka Bersama

Read next
0
Share