Redaksi muhammadiyahlamongan.com menyajikan suguhan dakwah media massa yang sejuk, Islami dan berkemajuan. Berbasis komunitas dan berpedoman pada tujuan persyarikatan Muhammadiyah.

Tingkatkan Dakwah Digital, Santri Putri Ponpes Karangasem Gandeng PWI Gelar Diklat Jurnalistik

1 min read

muhammadiyahlamongan-Puluhan santri putri Pondok Pesantren Karangasem Paciran- Lamongan menggelar diklat jurnaslistik di aula pondok setempat. Diharapkan hasil dari diklat tersebut, santri mampu menulis sebagai wahana dakwa digital.
“Maka seluruh peserta diharapan mampu menyimak narasumber saat memberi materi, jika kurang paham maka perlu ditanyakan ke pemateri” kata salah seorang penitia, Ustadza Anita Nurmayanti, Jum’at (20/9) siang.
Di sisi lain, Ketua Bidang Diklat dan SDM PWI Lamongan, Hanif Mansyuri, media massa mampu penyebarkan atau memuat berita ke masyarakat, sehingga dampaknya sangat strategis.
“Maka jika dalam berdakwa memanfaatkan media massa, maka sangat efektif . Tentunya membuat berita itu harus sesuai dengan kaidah jurnalistik, mulai dari proses pencarian berita hingga penyajianya” ungkap Hanif Mansyuri.
Sebelumnya, seratus lebih santri putra Pondok Pesanten Karangasem Paciran Lamongan bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lamongan juga menggelar juga diklat jurnalistik.
Ketua Panitia Taufik Hidayat, mengatakan diklat jurnalistik singkat itu bertujuan mengembangkat bakat santri di bidang jurnalistik atau kewartawanan.
” Semoga membawa manfaat dan diteruskan dan diimplimentasikan, diantaranya untuk media pondok” kata Taufik Hidayat, Jum’at saat itu.
Maka, lanjutnya, seluruh peserta diharapkan mengikuti dengan serius seluruh materi yang disampaikan para narasumber.
“Ini adalah kesempatan yang bagus untuk belajar jurnalistik, maka seruluruh peserta harus mampu memanfaatkan kesempatan itu” ungkap Taufik Hidayat.
Sementara itu, Pembina Bagian Infokom Pondok Pesanten Karangasem, Ali Fauzi, saat ini adalah saatnya jihat atau berjuang di bidang tulis-menulis.
“Pada zaman rasulullah jihad untuk melawan keburukan harus dengan pedang, tapi saat ini berjihad bisa dengan menulis, maka menulislah” terang Ali Fauzi.
Sementara itu, menjadi jurnalis memang membutuhkan ilmu di bidang jurnalistik, agar hasilnya karya sesuai dengan dengan kaidah penulisan jurnalistik yang benar.
“Makanya, perlu pemahanan terkait cara atau tehnik mencari berita, tehnik wawancara serta tehnik menulis. Sehingga hasil penulisanya tidak asal menulis” pungkas pria yang juga sebagai Ketua Lembaga Informasi dan Komunikasi (LIK) PDM Lamongan. (LIK-PDM)

Redaksi muhammadiyahlamongan.com menyajikan suguhan dakwah media massa yang sejuk, Islami dan berkemajuan. Berbasis komunitas dan berpedoman pada tujuan persyarikatan Muhammadiyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *