Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Mencipta Keluarga Sehidup Sesurga

MuhammadiyahLamongan.com – Pada Hari Raya Idul Adha 1445 H, Ustadz Nasihun Amin, M.Ag., Ketua KUA Sukodadi, berkesempatan menjadi imam sekaligus khatib di Masjid Al-Hikmah Plabuhanrejo, Mantup, Lamongan pada Senin (17/6/2024). Dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah untuk meneladani kisah dan keteladanan Nabi Ibrahim beserta keluarganya.

Ia menyampaikan, “Telah ada suri tauladan yang baik dalam Nabi Ibrahim beserta keluarganya, sebagaimana dijelaskan Allah dalam QS. Al-Mumtahanah ayat 4.” Menurutnya, setiap anggota keluarga Nabi Ibrahim kompak dalam menaati perintah Allah dan meraih surga-Nya. Hal ini berbeda dengan kisah Nabi Luth, di mana istrinya termasuk penghuni neraka.

Ia menekankan konsep “sehidup sesurga” dalam keluarga, bukan “sehidup semati.” Ia menjelaskan bahwa istilah “sehidup semati” berasal dari kisah Romeo dan Juliet yang berakhir dengan bunuh diri, tindakan yang jelas dilarang dalam Islam. “Bunuh diri dalam Islam hukumnya haram,” tegasnya.

Untuk menciptakan keluarga sehidup sesurga, ia mengajak seluruh anggota keluarga untuk beriman dan bertauhid hanya kepada Allah SWT. Selain itu, menciptakan cita-cita surga dalam setiap anggota keluarga juga sangat penting.

Dalam pesan kepada para jamaah, ia mengatakan, “Jalani peran dalam anggota keluarga sebaik mungkin. Jadilah anak-anak seperti Nabi Ismail, jadilah istri dan ibu seperti Siti Hajar, dan jadilah bapak seperti Nabi Ibrahim,” paparnya.

Ia memberikan contoh konkret tentang bagaimana anak bisa meneladani Nabi Ismail dengan menerima keputusan orang tua. Ia menggambarkan bagaimana seorang anak bisa berkata kepada orang tuanya, “Aku ridho melanjutkan ke pondok, meskipun aku harus meninggalkan sepeda, ponsel, dan kopi di malam hari, demi bisa lebih mendekatkan diriku kepada Allah SWT,” jelasnya.

Ia mengakhiri khutbahnya dengan harapan agar keluarga-keluarga muslim bisa meneladani keluarga Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad SAW, sehingga menjadi keluarga yang sehidup sesurga. “Aamiin,” pungkasnya. (*)

Reporter Eka Arifatur Rachmah. Editor Fathan Faris Saputro.

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Tiga Poin Penting dari Momentum Idul Adha

Next Post

Khutbah Idul Adha: Empat Hal yang Harus Diperbaiki Umat Muslim

Read next
0
Share