MuhammadiyahLamongan.com – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Lamongan menggelar Konferensi Pimpinan Daerah (Konpida) ke-XX. Acara ini berlangsung di MIM 1 Lopang, Kembangbahu. Kegiatan ini mengangkat tema “Manifesto Pelajar Cendekia: Akselerasi Strategi Gerakan Berdampak dan Berkelanjutan”, Jumat (30/05/2025)
Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta dari 19 cabang aktif se- Daerah Lamongan. Nampak hadir Juga Pimpinan Wilayah IPM Jawa Timur , Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan dan undang tamu Dengan membawa semangat baru dalam regenerasi gerakan pelajar Muhammadiyah.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PD IPM Lamongan, Dimas Julian Arman, mengutip semangat dari tokoh Tan Malaka tentang pentingnya peran kaum muda terpelajar dalam membaktikan diri kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa IPM Lamongan banyak belajar dari uswah para pengurus Muhammadiyah, terutama tentang arti perjuangan, keikhlasan, dan keberlanjutan amal usaha.
Dimas menyampaikan bahwa pelajar cendekia adalah pilar utama yang dibangun melalui tiga fondasi: ekoliterasi, empowerment movement, dan digitalisasi,
“Setiap bentuk perjuangan yang didasari keimanan harus disempurnakan dengan keilmuan, dan dikristalkan dalam bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Salah satu terobosan penting yang dicanangkan adalah gagasan pembentukan Badan Inkubasi Keilmuan, yang dalam hal ini sudah merupakan ruh dalam gerakan pelajar cendekia sebagai wadah bagi kader IPM untuk tak hanya unggul dalam kelas akademik, tetapi juga hadir solutif di tengah masyarakat.
Dimas juga menyampaikan bahwa dari kondisi sebelumnya hanya delapan cabang aktif, kini IPM Lamongan berhasil merevitalisasi kembali 19 cabang yang tersebar di Lamongan. Ini menjadi bukti bahwa IPM Lamongan terus bergerak dan tak pernah gugur dalam sumbangsih keilmuannya.
Ketua Umum PW IPM Jawa Timur, Hengky Pradana, menyampaikan apresiasinya. “Tanpa kehadiran IPM Lamongan, rasanya PW IPM Jawa Timur belum lengkap,” ujarnya sembari menggaungkan salam perjuangan: “Salam cinta, salam juang, karena cinta kita semua berjuang,”ujarnya.
Sementara itu, Ayahanda Fatkhurrakhim Syuhadi menyampaikan bahwa diaspora kader IPM Lamongan telah menjadi penggerak utama Muhammadiyah di berbagai wilayah, membuktikan bahwa nilai-nilai pelajar cendekia bukan hanya slogan, melainkan telah menjelma menjadi spirit dan arah gerak.
Dalam seremoni pembukaan, lima pukulan gong dari Ayahanda Fathurrahim menjadi tanda simbolik dimulainya Konpida XX. Disusul dengan peluncuran logo “Pelajar Cendekia” yang merepresentasikan harapan dan usaha dakwah berbasis pemikiran visioner dan kemaslahatan umat.
Dalam kesempatan ini pula, PD IPM Lamongan meluncurkan sebuah komunitas pelajar yang bertajuk Ruang Rasa, sebagai wadah aman pelajar dan menjadi pelopor konselor sebaya dalam lingkup pelajar Muhammadiyah.
Tak hanya itu, PD IPM Lamongan juga meresmikan Cendekia Fess sebagai lembaga media resmi. Di tengah hiruk pikuk arus informasi digital, Cendekia Fess hadir sebagai pengawal narasi yang responsif, kredibel, dan edukatif.
Diharapkan Konpida XX menjadi tonggak penting dalam melanjutkan estafet kepemimpinan pelajar Muhammadiyah di Lamongan aktif, progresif, dan visioner. (*)
Penulis Abdullah Azzam Ati’illah Editor Lim