MuhammadiyahLamongan,Com- Dalam rangka menyongsong lomba jurnalistik pada milad Igaba ke-27 tahun, Pimpinan Cabang Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (PC Igaba) Kecamatan Brondong menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik. Acara berlangsung di Musholla Al-Kautsar Sendangharjo Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan pada hari Senin (2/9/2024).
Pelatihan Jurnalistik PC Igaba Brondong diikuti sebanyak 123 guru dari 22 lembaga Taman Kanak-Kanak ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA). Dengan pemateri utama yakni Bapak Ma’in, S.HI selaku Deivisi Pustaka MPID PDM Lamongan dan sekaligus Ketua MPID PCM Brondong.
Pelatihan jurnalistik ini juga sebagai langkah awal melakukan pembinaan dan pembelajaran menulis berita online guna persiapan mengikuti lomba jurnalislik dalam rangka milad Igaba yang ke-27 tahun.
Adapun Ma’in, S.HI selaku pemateri menyampaikan materi tentang pengertian jurnalistik, kode etik jurnalistik, tips menjadi penulis, dan kiat sukses menulis berita online.
Seusai paparan materi, pemateri meminta para peserta menjadi beberapa kelompok dan melakukan praktek menulis berita online sesuai dengan lembar praktek yang telah terlebih dahulu diberikan pemateri kepada masing-masing kelompok. Dengan dibantu oleh pemateri, para peserta penuh semangat memulai menulis teks berita online.
Salah satu kelompok bernama Jemblem Gemoy dengan ketua Irma dan anggotanya yakni Yuni, Rifa, Silvia, Umi, Suhartik, Eva, Puji, Jannah dan Nikmah. Mereka bersama-sama menyelesaikan tugas praktek menulis berita online dengan penuh antusias tinggi.
Irma selaku ketua kelompok Jemblem Gemoy menyampaikan bahwa ia bersama teman-temannya sekelompok sangat senang, asyik dan suasana pelatihan yang santai tapi serius sehingga tidak merasa ada beban yang berarti dalam mengikuti acara ini.
“Acara pelatihan jurnalistik yang dikemas dengan santai dan asyik ini tidak bikin beban para peserta”, Ujarnya.
Sementara Yuni anggota kelompok menyampaikan tentang Jemblem. Katanya Jemblem itu salah satu hidangan yang enak dan murah meriah, diolah dengan bahan baku singkong yang dihaluskan dan dicampur dengan gula Jawa membuat sensasi manis dan lezat di lidah saat digigit.
Lanjutnya, Jemblem ini juga bagian dari trik panitia agar peserta tetap fokus mengikuti pelatihan tanpa harus memikirkan kondisi perut yang keroncongan. Jemblem Gemoy yang dilahap tak tersisa bikin peserta gembira.
“Jemblem salah satu makanan yang dilahap para peserta pelatihan, Katanya.
Semoga dengan pelatihan jurnalistik ini lahirlah para jurnalis dan sekaligus penulis dari para guru ‘Aisyiyah seKecamatan Brondong di masa mendatang.
Penulis: Irma, Editor: Ma’in